SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Konferensi Pemilihan Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Surabaya tahun ini bakal dimulai awal Oktober.
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga, Nizar Luthfi Jauhari, resmi mendaftarkan diri dengan membawa gagasan transformatif bertajuk 'Tumbuh Serentak'.
Gagasan itu mengadopsi kaidah Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah atau memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. Nizar menegaskan visi ini lahir dari kegelisahan melihat potensi kader PMII Surabaya yang belum tergarap maksimal.
“Saya ingin memastikan tidak ada kader yang merasa kecil hanya karena latar belakang pendidikannya berbeda. Semua harus punya ruang untuk tumbuh,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).
Grand Design 'Tumbuh Serentak' menawarkan 3 pilar utama, yakni inklusivitas disiplin ilmu dengan membuka ruang kolaborasi lintas fakultas, inkubator karir melalui mentoring, pelatihan, dan jejaring alumni.
Lalu, penguatan tradisi intelektual dengan menghidupkan diskusi kritis berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Nizar menegaskan tradisi diskusi dan pengkaderan PMII tetap dipertahankan, namun metode diperbarui sesuai tantangan zaman.
“Kita sebagai kader PMII Surabaya harus terus bergerak tumbuh bersama, tidak boleh terjebak romantisme masa lalu, tapi juga tidak boleh tercerabut dari akar tradisi. Inilah yang saya maksud dengan tumbuh serentak,” katanya.
Ia berharap kontestasi di PMII Surabaya menjadi ruang adu gagasan yang mencerdaskan, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
“Mari tumbuh serentak, karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa mencetak pemimpin selanjutnya yang lebih baik,” pungkasnya. (mdr/mar)










