KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - TP PKK Kota Batu melalui program PKK Bangsa (Sambang Sekolah) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar sosialisasi pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan perkawinan usia anak.
Kegiatan berlangsung di SMPN 5 Kota Batu, dan menyasar siswi kelas 7, 8, serta 9. Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, membuka ruang diskusi dengan siswi.
“Tidak usah malu-malu, anggaplah kami sebagai teman curhat kalian. Pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini menjadi kunci tumbuh kembang remaja yang sehat dan percaya diri,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar siswi menjaga diri dan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kota Batu, Yuni Astutik, menegaskan fokus edukasi pada remaja putri karena kerentanan biologis dan sosial.
“Harapannya, seluruh remaja putri mampu berani mengatakan ‘tidak’ untuk hal-hal yang tidak baik,” katanya.
Materi kesehatan reproduksi dipisahkan antara siswa putra dan putri agar pembahasan lebih terbuka.
Menurut Yuni, tujuan utama sosialisasi adalah meningkatkan kesadaran remaja tentang kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi seimbang, bahaya seks bebas, penyakit menular seksual, serta dampak negatif perkawinan usia anak.
Ia berharap remaja menjadi agen perubahan dalam percepatan penurunan stunting.
Sedangkan Wakil Kepala SMPN 5 Kota Batu Bidang Kesiswaan, Masriadi, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai siswa di lingkungan pedesaan masih awam terhadap isu kesehatan.
“Anak-anak masih awam, apalagi soal HIV atau narkoba. Ini bagus, karena sebelumnya mereka belum mengenal itu,” ujarnya.
Masriadi berharap kegiatan serupa diagendakan rutin minimal setahun sekali. Mayoritas siswa SMPN 5 berasal dari Desa Sumber Brantas, serta Tulungrejo dengan latar belakang orang tua berpendidikan rendah dan bekerja sebagai petani.
Kondisi sosial-ekonomi tersebut menegaskan pentingnya pendampingan pemerintah daerah untuk mencegah stunting, pergaulan bebas, dan perkawinan dini. (adv/adi/mar)










