Duta Pancasila Dibekali Pengetahuan Cukai, Bupati Mojokerto Soroti Peredaran Rokok Ilegal

MOJOKERTO,BANGSAONLINE.com - Pemkab Mojokerto membekali Duta Pancasila atau Purna Paskibraka dengan pemahaman mengenai ketentuan cukai dan penegakan hukum untuk membantu mencegah peredaran barang kena cukai ilegal.

Kegiatan sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai tersebut digelar Pemkab Mojokerto melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kamis (17/9/2026) pagi.

Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan wawasan kepada para Duta Pancasila mengenai regulasi di bidang cukai dan hukum.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, sosialisasi tersebut secara khusus diarahkan untuk mendukung upaya pemberantasan peredaran barang kena cukai ilegal.

Para Duta Pancasila dilibatkan agar dapat menjadi kader yang turut membantu memutus mata rantai peredaran barang kena cukai ilegal, termasuk rokok ilegal.

"Dari pemahaman yang baik, masyarakat termasuk (Duta Pancasila) dapat ikut menjaga agar peredaran barang kena cukai berjalan sesuai dengan ketentuan, Termasuk rokok ini adalah salah satu barang yang kena cukai," jelas Muhammad Albarraa.

Menurut Gus Bupati, sapaan Bupati Mojokerto, kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku diperlukan untuk menjaga kepentingan masyarakat.

Di bidang cukai, kepatuhan juga berkontribusi terhadap penerimaan daerah dan negara yang dapat mendukung pembangunan.

Sebaliknya, peredaran barang kena cukai ilegal dapat mengganggu ekosistem perdagangan dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara.

"Kita ingin Kabupaten Mojokerto menjadi daerah yang tertib dalam menjalankan aturan, masyarakatnya memahami ketentuan, dunia usaha dapat berkembang secara sehat, dan penerimaan negara dan penerimaan negara tetap terjaga. Kepatuhan terhadap aturan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepentingan masyarakat," bebernya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mojokerto Mohammad Taufiqurrohman menjelaskan pentingnya mengaitkan nilai nasionalisme dengan kepatuhan terhadap ketentuan bea dan cukai.

Menurut dia, pelanggaran regulasi melalui peredaran barang kena cukai ilegal turut menghambat upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah.

"(Tujuan sosialisasi pada Duta Pancasila) adalah untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan bela negara dari sisi ekonomi, Karena sesungguhnya penerimaan cukai rokok ini memang diperuntukkan untuk kontribusi negara untuk pembangunan kesehatan dan dana bagi hasil daerah, Kalau peredaran rokok ilegal marak, tentunya negara akan menjadi rugi, dan artinya sama saja dengan mengkhianati negara," ujarnya (ris/van)