MOJOKERTO,BANGSAONLINE.com - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) gencar turun langsung ke desa untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi persoalan utama di tingkat akar rumput.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan nasional berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penguatan ketahanan pangan.
Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), M. Arif Zamronimengunjungi Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Selasa (15/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Afif berdialog secara interaktif dengan perangkat desa dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Ia menerima berbagai masukan dan aspirasi warga terkait pembangunan serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tempuran.
Dalam penjelasannya, Gus Afif menerangkan Kemendes PDT memiliki tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembangunan desa, kawasan perdesaan, pemberdayaan masyarakat desa, serta percepatan pembangunan daerah tertinggal.
Selain itu, kementerian tersebut juga berperan mendorong kemajuan daerah yang masih tertinggal agar dapat setara dengan daerah lain yang lebih maju serta mengembangkan potensi lokal, termasuk menggerakkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Kegiatan ini dalam rangka untuk memastikan bahwa program-program dari dana desa itu betul-betul terlaksana dengan baik, dan juga bisa langsung dirasakan oleh warga masyarakat desa tempuran. Disamping itu, saya melihat langsung bahwa pelayanan kesehatan dari kader kader Posyandu dan juga BLT betul-betul disalurkan dengan baik dan juga dimaksimalkan untuk masyarakat desa tempuran. Selain itu, saya sempat diskusi ngobrol silaturahim dengan Pak Kades dengan perangkat desa dan juga tokoh-tokoh masyarakat desa tempuran, kami mendapatkan banyak sekali masukan dan banyak sekali informasi yang itu adalah untuk kebaikan kesejahteraan dan juga terutama untuk layanan masyarakat di desa," jelas Gus Afif.
Ia juga merespons positif berbagai masukan dan aspirasi masyarakat Desa Tempuran yang diterimanya. Aspirasi tersebut selanjutnya akan disampaikan, baik terkait kebijakan daerah maupun kebijakan pemerintah pusat.
Gus Afif mengapresiasi pelaksanaan dua program prioritas dana desa yang disaksikannya secara langsung, yakni pelayanan kesehatan melalui posyandu dan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di Balai Desa Tempuran.
Pelayanan kesehatan posyandu dan penyaluran BLT dinilai menjadi terobosan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, dan sekitarnya.
Melalui BLT, bantuan diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi sekaligus jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mendukung ketahanan pangan keluarga, termasuk pemenuhan gizi.
Penggunaan BLT, lanjutnya, harus diarahkan untuk kepentingan keluarga dan bukan kebutuhan lain yang tidak berkaitan dengan tujuan bantuan. Hal tersebut merupakan amanah undang-undang yang juga perlu disertai edukasi kepada masyarakat.
"Kepada para petugas desa agar rajin memberikan pemahaman,
Supaya BLT ini murni difungsikan untuk kebutuhan pokok, kebutuhan pokok keluarga, dan kebutuhan gizi keluarga," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tempuran Ispandi mengaku berterima kasih atas kunjungan Gus Afif ke Desa Tempuran.
"Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bersyukur, Desa Tempuran Pungging dikunjungi dari staf khusus Kemendes, mudah-mudahan harapan kami pemerintahan desa tempuran dan rakyat Desa tempuran, kunjungan dari Gus Afif dapat membawa manfaat bagi kemajuan Desa Tempuran dan mengangkat perekonomian serta lain-lainnya. Semoga, apa yang menjadi keluhan masyarakat, salah satunya tentang kesejahteraan lapangan pekerjaan dan sarana prasarana Desa Tempuran yang belum dapat dilaksanakan pemerintah, dapat dilanjutkan oleh Kemendes, agar nanti dapat terealisasi dengan baik," katanya. (ris/adv)










