Pemkab Gresik Dorong Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Konstruksi

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemkab Gresik mendorong pekerja konstruksi dan penyedia jasa mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Upaya tersebut dibahas dalam FGD bertema 'Menguatkan Sinergi Lintas Sektor demi Perlindungan Tenaga Kerja dan Kepatuhan Regulasi di Kabupaten Gresik', Kamis (17/9/2026).

Sekdakab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah.

“Kalau ada konstruksi, pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah melalui penyedia jasa, baik konsultan maupun jasa lainnya penting kita dukung kepesertaan BPJS Ketenagakerjaannya,” ujarnya.

Ia menyebut terdapat 238 pekerjaan konstruksi di Gresik, meliputi pembangunan jalan desa, fasilitas kesehatan, hingga sarana pendidikan. Kepesertaan pekerja dalam proyek tersebut harus dipastikan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan.

Perlindungan juga diperluas bagi tenaga outsourcing, kebersihan, keamanan, dan pekerja pendukung pelayanan. Achmad menekankan pemenuhan jaminan sosial bukan hanya tugas satu OPD, melainkan tanggung jawab bersama pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dan penyedia jasa.

Dari sekitar 50 OPD, baru 20 yang mendaftarkan tenaga kerjanya. Ia meminta data segera direkonsiliasi agar pekerja yang belum terlindungi dapat diidentifikasi. Target universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan Gresik pada tahun ini mencapai 55 persen. 

Untuk mencapainya, kata Achmad, kepesertaan diperluas ke kelompok guru ngaji, marbot, penjaga makam, dan pelaku UMKM dengan tambahan sekitar 13.942 orang. 

“Dalam tiga bulan ke depan ini akan kita maksimalkan. Tahun 2027 targetnya 59 persen sesuai RPJMD,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Purwantono, menambahkan 238 pekerjaan konstruksi menjadi data penting untuk memastikan perlindungan pekerja. Ia menyebut masih ada sekitar 100 ribu tenaga kerja yang perlu diperluas perlindungannya demi mendukung target coverage.

“Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Gresik,” ucapnya. (hud/mar)