Masing-masing membawa inovasi dengan fokus berbeda, mulai dari keandalan sistem kelistrikan, efisiensi energi dan pengurangan emisi, optimalisasi pemanfaatan produk, hingga peningkatan gross margin dan optimalisasi feed domestik.
Gugus Volt Guardian mengusung inovasi berjudul “Mencegah Terjadinya Blackout Power Melalui Inovasi KURIBOH pada Sistem UPS sebagai Catu Daya Cadangan di Kilang TPPI Tuban.”
Inovasi tersebut berfokus pada penguatan keandalan sistem kelistrikan sekaligus memastikan dukungan daya bagi keberlangsungan operasional kilang. Atas inovasi itu, Volt Guardian meraih predikat Silver.
Sementara itu, gugus Gantolin menghadirkan inovasi “Menurunkan Refinery Fuel dan Emisi Melalui Pemanfaatan Debutanizer Off Gas sebagai Fuel CTG dengan Metode D-GAS (Debutanizer Gas Allocation System) di Unit Utility PT TPPI.”
Gagasan tersebut memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam proses untuk mendukung optimalisasi energi, efisiensi operasional, serta aspek lingkungan. Inovasi Gantolin berhasil meraih penghargaan Gold.
Gugus ToPI (Toluene TPPI) membawa inovasi “Menghindari Timbulnya Cost Pembelian Toluene dengan Memanfaatkan Toluene Overhead Column untuk Memenuhi Uji Destilasi ASTM D86 di Laboratorium TPPI Tuban.”
Melalui inovasi tersebut, sumber daya internal dimanfaatkan secara lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan operasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Atas gagasan tersebut, ToPI meraih penghargaan Gold.
Selanjutnya, gugus Apex Fortune mempresentasikan inovasi “Optimasi Blowdown High Pressure Steam Generation Utility Menggunakan Valve Type Needle di Kilang PT TPPI Tuban.”
Inovasi tersebut berfokus pada penyempurnaan sistem utilitas untuk mendukung optimalisasi proses dan efisiensi operasional kilang. Apex Fortune berhasil meraih penghargaan Silver.
Adapun gugus FDP Max Retjo Pentung mengangkat inovasi “Meningkatkan Gross Margin dan Mendukung Pertamina dalam Memaksimalkan Feed Domestik Condensate SENORO Melalui Optimasi Discharging & Strategi Pengolahan High Sulfur Feed Domestik di Kilang PT TPPI.”
Inisiatif tersebut menunjukkan upaya optimalisasi pengolahan feed domestik untuk membuka peluang penciptaan nilai sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri. Inovasi tersebut mengantarkan FDP Max Retjo Pentung meraih penghargaan Gold.
Keikutsertaan TPPI dalam FIM CIP PPN 2026 menjadi wadah bagi para Perwira untuk berbagi gagasan, menguji solusi, serta memperluas kolaborasi dalam menciptakan improvement yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya inovasi yang konsisten dan berkelanjutan di lingkungan TPPI.
“Setiap improvement berawal dari keberanian untuk melihat bahwa selalu ada cara yang lebih baik. Melalui CIP, kami terus mendorong insan TPPI untuk menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi operasional dan keberlanjutan bisnis,” kata Direktur TPPI Budi Anggoro.
Partisipasi lima gugus CIP TPPI dalam FIM CIP PPN 2026 sekaligus mencerminkan semangat insan TPPI untuk terus belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif.
Ke depan, budaya continuous improvement diharapkan semakin kuat sehingga setiap ide dan perubahan dapat menjadi bagian dari upaya TPPI menciptakan operasi yang lebih reliable, efficient, sustainable, dan value driven.
“Capaian ini juga menjadi bukti bahwa setiap insan TPPI memiliki peran dalam menciptakan perubahan. Ketika ide, kolaborasi, dan semangat perbaikan berjalan bersama, improvement dapat berkembang menjadi nilai yang lebih besar bagi perusahaan," tandasnya. (coi/van)










