Dua Desa Mulai Krisis Air Bersih, Musim Kemarau di Tuban Diprediksi Lebih Panjang

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Musim kemarau di Kabupaten Tuban diprediksi akan berlangsung lebih panjang hingga tiga sampai empat bulan ke depan. Dampak periode kering ini mulai terlihat dari menyusutnya debit air di sejumlah sungai yang sebelumnya mengalir deras, kini hanya menyisakan bebatuan dan genangan-genangan kecil.

Selain sungai yang mulai mengering, dua desa di Kabupaten Tuban dilaporkan mulai mengalami krisis air bersih. Kondisi ini memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban turun tangan menyalurkan bantuan pasokan air.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tuban, wilayah yang mulai terdampak krisis air bersih yakni Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, dengan sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Selain itu, kondisi serupa juga dialami Desa Sugihwaras, Kecamatan Parengan, yang melibatkan sekitar 97 KK.

Guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, BPBD Tuban telah menerjunkan armada dropping air bersih ke dua lokasi tersebut.

Kalaksa BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, menjelaskan bahwa kondisi ini sejalan dengan hasil koordinasi dan perkiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan adanya pergeseran musim kemarau dengan potensi curah hujan yang sangat rendah dalam beberapa bulan ke depan.

“Mungkin diprediksi akan mengalami mundur, antara 3 sampai 4 bulan ke depan. Ini mungkin curah hujannya masih sangat sedikit, nanti akan kita libatkan teman-teman Perhutani, kami juga sedang mengantisipasi untuk melakukan dropping air ke desa-desa,” ujar Sudarmaji.

BPBD memastikan kegiatan distribusi air bersih akan dilakukan secara berkala dan siap diperluas jika ada desa lain yang mulai mengajukan permintaan bantuan.

Menghadapi potensi ancaman kemarau panjang ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memanfaatkan penggunaan air harian serta bersama-sama menjaga sumber-sumber air yang masih tersisa.