Ringkasan Berita
- BPBD Tuban telah menyalurkan 294.000 liter air bersih kepada 3.126 KK di 15 desa sepanjang Agustus 2026 sebagai respons cepat terhadap krisis air akibat kemarau panjang.
- Penyaluran difokuskan pada delapan kecamatan terdampak, dengan Grabagan sebagai penerima terbesar (96.000 liter), menggunakan enam truk tangki berkapasitas 5.000–7.000 liter per hari.
- BPBD memperketat pemetaan wilayah rawan dan memperkuat koordinasi lintas sektor (pemerintah, swasta, akademisi, media) karena kemarau diprediksi berlangsung hingga pertengahan Desember 2026.
- Selain penyaluran air, BPBD mengimbau masyarakat menghemat air, menjaga sumber mata air, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran di cuaca kering.
TUBAN,BANGSAONLINE.com - BPBD Tuban telah menyalurkan 294.000 liter air bersih kepada ribuan warga terdampak kekeringan hingga akhir Agustus 2026 melalui program "Mas Lindra Bersinergi Kirim Bantuan Air Bersih" (Mas Lindra Berkibar).
Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji menjelaskan, penyaluran tersebut merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk mengatasi krisis air akibat kemarau panjang.
"Distribusi ini menjadi salah satu langkah cepat Pemkab Tuban untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau," ujarnya, Selasa, 1 Agustus 2026.
Berdasarkan rekapitulasi data per 31 Agustus 2026, program tersebut telah menyalurkan 52 rit bantuan yang menjangkau 3.126 kepala keluarga (KK) di 15 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Kecamatan Grabagan tercatat sebagai wilayah dengan penerima bantuan terbesar, yakni 96.000 liter melalui 18 rit.
Penyaluran juga dilakukan secara masif di Kecamatan Parengan sebanyak 72.000 liter, Kecamatan Senori 34.000 liter, Kecamatan Jatirogo 34.000 liter, Kecamatan Semanding 30.000 liter, Kecamatan Bancar 14.000 liter, serta Kecamatan Montong 14.000 liter. Selain itu, bantuan di Desa Bangilan juga telah diberikan kepada 320 KK pada akhir pekan lalu.
Dalam operasionalnya, BPBD Tuban menggunakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 hingga 7.000 liter. Setiap hari, enam unit kendaraan diterjunkan langsung ke titik-titik rawan kekeringan berdasarkan skala prioritas jumlah warga terdampak dan tingkat keparahan wilayah.
Mengingat musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga pertengahan Desember 2026, BPBD telah memperketat pemetaan wilayah rawan dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Kolaborasi ini melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, serta media agar pelayanan berjalan optimal.
"Kami telah menyusun jadwal dropping air dengan melibatkan stakeholder. Kolaborasi ini akan mempermudah penyaluran di lapangan," katanya.
Selain menyuplai air bersih, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air serta menjaga kelestarian sumber mata air yang tersisa.
Warga juga diingatkan agar tidak membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok guna mencegah potensi kebakaran di tengah cuaca kering. (van)










