BANGSAONLINE.com - Jawa Timur dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia. Kondisi geografis yang beragam, mulai dari dataran tinggi hingga tanah vulkanik, menciptakan karakter rasa khas pada kopi arabika dan robusta yang mendominasi produksi daerah ini.
Berdasarkan data BPS Jawa Timur, 4 kabupaten utama menjadi sentra kopi terbesar, yakni Malang, Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso. Kabupaten Malang menempati posisi teratas dengan produksi sekitar 13.673 ton pada 2023, didukung udara sejuk dan tanah subur.
Di Malang, robusta menjadi komoditas utama, sementara dataran tinggi menghasilkan arabika dengan cita rasa khas. Banyuwangi menyusul dengan produksi 13.104 ton, dengan Malangsari sebagai sentra terkenal, disertai kawasan Kalipuro dan Gombengsari yang berkembang pesat.
Jember memiliki sejarah panjang perkebunan kopi, terutama di wilayah pegunungan Raung dan Argopuro. Kecamatan Silo menjadi sentra utama dengan pengembangan robusta, arabika, dan liberika yang menopang ekonomi pedesaan.
Bondowoso dikenal dengan julukan Bondowoso Republik Kopi berkat reputasi kuatnya. Produk unggulan daerah ini adalah Kopi Arabika Java Ijen-Raung yang tumbuh di pegunungan Ijen-Raung dan telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis.
Selain itu, Lumajang dan Pasuruan juga memiliki potensi besar. Lumajang menghasilkan arabika, robusta, dan excelsa di delapan kecamatan, sementara Pasuruan dikenal dengan Kapiten Pasuruan, kopi robusta dan arabika yang tumbuh di Tutur, Prigen, dan Tosari.
Keberagaman jenis kopi dan dukungan pengolahan pascapanen, UMKM, serta pemasaran hingga pasar internasional menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama kopi Indonesia. (rom)










