Ringkasan Berita
- Menteri Haji dan Umrah menyatakan keterlibatan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam seleksi CAT PPIH Kesehatan merupakan terobosan baru untuk memperkuat rekrutmen petugas haji tahun 2027. Kemenhaj hanya menyampaikan kebutuhan dan profil calon, sementara seluruh proses seleksi disiapkan dan dilaksanakan oleh BKN.
- Seleksi berfokus pada penyesuaian kompetensi peserta dengan tugas yang akan diemban di Tanah Suci, baik di kloter maupun selama di Arab Saudi. Ujian CAT di Surabaya diikuti oleh 618 peserta dari 633 yang terdaftar, diselenggarakan dalam empat sesi.
- Pelaksanaan CAT ini merupakan hasil kerja sama antara Kanwil Kemenhaj Jawa Timur dengan Kanreg II BKN Surabaya, di mana Kemenhaj menjalankan fungsi kepanitiaan dan supervisi. Menhaj menilai pelaksanaan berjalan baik dan berharap mekanisme ini menghasilkan petugas haji yang kompeten sesuai kebutuhan jemaah.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Menhaj Gus Irfan) meninjau pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tenaga Kesehatan Kloter dan Arab Saudi 1448 H/2027 M di Kantor Regional (Kanreg) II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya, Senin (31/8/2026).
Gus Irfan mengatakan, seleksi petugas haji kali ini melibatkan BKN dalam pelaksanaan CAT. Ia menyebut, keterlibatan BKN sebagai terobosan untuk memperkuat proses rekrutmen petugas haji.
“Alhamdulillah hari ini kita memulai terobosan baru dalam rekrutmen petugas haji Indonesia untuk musim haji tahun 2027, di mana kami melibatkan BKN sebagai tim yang melakukan seleksi,” kata Menhaj.
Menurutnya, Kemenhaj menyampaikan kebutuhan serta profil petugas yang diharapkan. Adapun proses seleksi disiapkan dan dilaksanakan oleh BKN.
“Kami hanya menyampaikan harapan kami tentang calon-calon petugas yang kita harapkan dan semua diolah oleh teman-teman dari BKN,” ujarnya.
Menhaj mengatakan kompetensi peserta akan disesuaikan dengan tugas yang kelak diemban di Tanah Suci. Hal itu mencakup pelayanan jemaah di kloter maupun selama berada di Arab Saudi.
“Kompetensi tergantung dengan tugas yang akan dibebankan kepada mereka di Tanah Suci nanti. Tugas di Tanah Suci maupun tugas di kloter nanti akan bisa disesuaikan dengan harapan kita yang kita sampaikan kepada tim dari BKN,” tuturnya.
Sebanyak 633 peserta terdaftar mengikuti seleksi CAT di Surabaya. Seleksi berlangsung dalam empat sesi. Sesi pertama hingga ketiga masing-masing diikuti 160 peserta, sedangkan sesi keempat diikuti 153 peserta. Dari jumlah tersebut, 618 peserta tercatat hadir mengikuti ujian.
Pelaksanaan CAT di Surabaya merupakan hasil kerja sama Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Timur dengan Kanreg II BKN Surabaya. Kemenhaj menjalankan fungsi kepanitiaan dan supervisi, sedangkan BKN memfasilitasi pelaksanaan CAT.
Dalam peninjauan tersebut, Menhaj didampingi Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Timur Mahmudi. Dari Kanreg II BKN Surabaya hadir Ketua Tim Sistem Informasi dan Digitalisasi Luluk Budijati serta Kepala Bagian Tata Usaha Deny Setyawan.
Menhaj menilai pelaksanaan CAT berjalan baik. Ia berharap mekanisme seleksi tersebut menghasilkan petugas haji yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. (msn)










