30 Sekolah di Kota Kediri Didorong Terapkan Pembelajaran Mendalam Berbasis Sekolah Ramah Anak

Ringkasan Berita
  • Dinas Pendidikan Kota Kediri mendorong 30 sekolah untuk menerapkan sekolah sehat dan ramah anak berbasis pembelajaran mendalam, dengan pendampingan dari UNP Kediri.
  • Pembelajaran mendalam ditekankan sebagai strategi nasional yang berfokus pada pemahaman kontekstual, menyenangkan, dan bernilai, dengan pendekatan seperti STEAM.
  • Pendampingan intensif selama satu bulan termasuk bimbingan teknis dan komunikasi via WhatsApp, serta kompetisi video praktik baik untuk guru dan sekolah.
  • Evaluasi menunjukkan 80% peserta telah memahami konsep, dengan harapan praktik baik ini dapat diimbaskan ke sekolah lain melalui kemitraan yang melibatkan orang tua dan dinas terkait.
  • Keberhasilan program diukur melalui pre-test dan post-test, menekankan pentingnya sinergi antar guru, kepala sekolah, wali murid, masyarakat, dan pemerintah daerah.

KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Dinas Pendidikan Kota Kediri terus mendorong terwujudnya satuan pendidikan yang sehat, ramah anak, aman, nyaman, dan inklusif, sekaligus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan implementasi sekolah sehat dan sekolah ramah anak berbasis deep learning yang diinisiasi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan pendampingan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan konsep sekolah sehat dan ramah anak dapat diterapkan secara nyata sekaligus mendukung penerapan pembelajaran mendalam di satuan pendidikan, Senin (31/8/2026).

“Program ini menyasar tiga puluh lembaga pendidikan yang terpilih untuk mendapatkan pendampingan. Setelah mengikuti bimbingan teknis, lembaga-lembaga tersebut memiliki kewajiban untuk melakukan pengimbasan kepada lembaga pendidikan lainnya, terutama terkait praktik baik penerapan sekolah sehat, ramah anak, aman dan nyaman dalam rangka pembelajaran mendalam,” jelasnya.

Menurut Mandung, pembelajaran mendalam penting diterapkan karena merupakan salah satu strategi pembelajaran yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Melalui konsep tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga bagaimana materi dapat dipahami secara lebih mendalam, menyenangkan, serta sarat nilai yang dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembelajaran di kelas tidak hanya sekadar menyampaikan materi. Bagaimana materi itu disampaikan secara mendalam, menyenangkan, dan penuh nilai yang bisa diberikan kepada siswa. Ini yang harus kita dorong,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran mendalam adalah STEAM, yaitu Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics. Melalui pendekatan tersebut, guru dapat mengintegrasikan berbagai aspek ke dalam satu tema pembelajaran sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih utuh dan kontekstual.

Mandung menambahkan, implementasi pembelajaran mendalam di Kota Kediri diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh. Pendampingan yang diinisiasi UNP Kediri menjadi salah satu bentuk dukungan untuk memperkuat kapasitas satuan pendidikan dalam menerapkan konsep tersebut.

Sementara itu, Kaprodi PG PAUD UNP Kediri Anik Lestariningrum menjelaskan program pendampingan telah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Pendampingan dilakukan secara intensif, salah satunya melalui grup WhatsApp sebagai wadah komunikasi antara tim pendamping dan satuan pendidikan peserta.

“Tujuan kami adalah mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Jadi tidak hanya sekadar pembelajaran di PAUD yang menyenangkan dengan ice breaking, tepuk tangan atau bernyanyi. Lebih dari itu, kami ingin menyiapkan sekolah yang benar-benar memiliki standar yang layak untuk anak, mulai dari kriteria sehat, aman, nyaman, inklusif, sampai pada pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan,” terang Anik.

Sebagai bagian dari rangkaian pendampingan, peserta juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan praktik baik yang telah dilakukan di satuan pendidikan masing-masing.

Peserta membuat video dengan dua kategori, yakni Inspirasi Guru PAUD dan Best Practice Implementasi Sekolah Sehat dan Sekolah Ramah Anak Berbasis Deep Learning.

Hari ini menjadi puncak rangkaian pendampingan yang telah dilaksanakan selama satu bulan.

Kegiatan diisi dengan bimbingan teknis dan penyampaian materi oleh narasumber, sekaligus pemberian award kepada peserta terpilih atas praktik baik yang telah dilakukan.

Anik menegaskan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam tidak dapat dilakukan guru dan kepala sekolah seorang diri.

Diperlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, hingga perangkat daerah terkait.

“Di dalam salah satu indikator pembelajaran mendalam terdapat bagaimana kemitraan harus terjalin. Hal tersebut juga menjadi bagian dari indikator sekolah sehat dan sekolah ramah anak. Jadi ketika guru dan kepala sekolah tidak mampu sendiri, ada wali murid, masyarakat, dan dinas terkait yang bisa digandeng,” jelasnya.

Untuk mengukur keberhasilan pendampingan, tim menggunakan pre-test dan post-test terhadap materi serta proses pendampingan yang diberikan.

Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen peserta telah memahami konsep sekolah sehat dan sekolah ramah anak berbasis pembelajaran mendalam.

Anik berharap praktik baik dari 30 lembaga pendidikan yang mendapatkan pendampingan tidak berhenti di masing-masing sekolah, tetapi dapat terus diimbaskan kepada satuan pendidikan lainnya. (uji/van)