PBNU Permudah Prosedur Usulan Calon AHWA di Muktamar ke-35 NU

Ringkasan Berita
  • PBNU mempermudah prosedur pengajuan calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dengan mengizinkan pembuatan surat rekomendasi langsung di area pendaftaran sebelum registrasi. Kelengkapan dokumen formal tetap wajib dipenuhi demi keabsahan hukum organisasi.
  • Surat usulan calon AHWA harus memuat tanda tangan Rais dan Katib serta stempel resmi, kemudian dimasukkan ke dalam amplop tertutup sebelum diserahkan ke kotak suara panitia. PCNU Jombang menjadi yang pertama menyerahkan dokumen tersebut.
  • Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya menjaga integritas dan semangat pengabdian selama Muktamar, dengan mengutip pesan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari tentang niat kedamaian dan keutuhan organisasi. Muktamar ke-35 NU dijadwalkan dibuka pada 27 Agustus 2026 dan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Panitia Muktamar ke-35 NU memberikan kemudahan prosedur penyerahan usulan nama calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). PWNU, PCNU, maupun PCINU dipersilakan menyusun surat rekomendasi langsung di area pendaftaran sebelum memproses administrasi registrasi.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyampaikan hal tersebut saat memantau jalannya pendaftaran muktamirin di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Rabu (26/8/2026).

Ia menegaskan kelengkapan syarat formal dokumen tetap wajib dipenuhi demi menjamin keabsahan hukum organisasi. 

“Area pendaftaran steril. Pengurus dapat membuat surat usulan calon AHWA di tempat, tetapi wajib membubuhi tanda tangan Rais dan Katib serta stempel resmi,” ujarnya.

Setelah dokumen lengkap, pengurus diwajibkan memasukkan lembar usulan ke dalam amplop yang terekat rapat sebelum diserahkan kepada panitia.

“Berkas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kotak suara yang telah disediakan,” kata Gus Yahya.

Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Achmad Hasan, tercatat sebagai pengurus pertama yang menyerahkan amplop berisi daftar calon AHWA.

Dalam peninjauan di Aula KH Jamaluddin Ahmad Center bersama Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, Gus Yahya mengimbau panitia lokal menjaga integritas dan semangat pengabdian. 

Ia menekankan pesan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tentang pentingnya menjaga niat kedamaian dan keutuhan jam’iyyah. 

“Ini adalah jam’iyatu adlin wa aman wa ishlahin wa ihsan organisasi yang mengusung perbaikan. Tidak boleh ada tindakan yang berpotensi mencederai atau merusak kelancaran Muktamar,” ucapnya.

Proses pendaftaran utusan PWNU, PCNU, dan PCINU berlangsung di kompleks MTs Bahrul Ulum. Pembukaan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan Kamis (27/8/2026) pukul 15.00 WIB di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, dan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. (aan/mar)