Inilah Cara Pelaku Pakai Ambulans Klinik untuk Curi Kursi Besi Fasum Pemkot Surabaya

Ringkasan Berita
  • Pelaku bernama Naufal Hidayah (30), karyawan tetap Klinik Laboratorium Cahaya, menggunakan mobil ambulans milik klinik (Suzuki APV L 1491 JC) sebagai modus pencurian kursi besi seberat hampir 50 kg milik Pemkot Surabaya.
  • Aksi dilakukan seorang diri, dengan pelaku meminta bantuan pengguna jalan di lokasi untuk mengangkut kursi ke ambulans dan memberi upah; korban tidak curiga karena kendaraan yang digunakan adalah ambulans.
  • Perilaku mencurigakan Naufal kerap dilakukan pada malam hari (setelah pukul 23.00 WIB), dengan mobil ambulans yang rutin dicuci paginya dan ia sendiri yang menguasai kunci kontak kendaraan tersebut.
  • Pencurian ini menimbulkan tanda tanya warga karena Naufal kurang bersosialisasi dan klinik serta laboratorium, meski satu manajemen, memiliki penanggung jawab berbeda untuk karyawan.

Dalam menjalankan aksi pencurian kursi besi milik Pemkot Surabaya, Naufal disebut beraksi seorang diri.

Kursi besi dengan berat hampir 50 kilogram tersebut bahkan dapat diangkat ke dalam mobil ambulans yang digunakan sebagai sarana transportasi.

Hal tersebut disampaikan AS, petugas keamanan di sekitar Klinik Laboratorium Cahaya.

Ia mengatakan, berdasarkan cerita yang beredar di antara rekan-rekan kerja, Naufal memang melakukan pencurian seorang diri. Namun, pelaku disebut beberapa kali meminta bantuan pengguna jalan di lokasi kejadian untuk mengangkat kursi besi.

"Jadi cerita teman teman sepekerjaan bahwa saat dia (pelaku) mengangkat kursi besi yang berada di taman untuk diangkat di mobil Ambulans dengan cara meminta bantuan penguna jalan, lalu penguna jalan itu diupah. Penguna jalan tidak curiga karena transportasi yang digunakan adalah Ambulant, itu cerita yang saya dengar," ujar Adi, Kamis (13/8/2026).

Terkait penggunaan mobil ambulans sebagai sarana pencurian, AS membenarkan kendaraan Suzuki APV bernomor polisi L 1491 JC yang diamankan Polsek Gubeng merupakan milik Klinik Laboratorium Cahaya dan digunakan untuk operasional Klinik Pratama Mitra Medicare.

"Mobil Ambulans itu memang milik Klinik sini dan kalau pagi kerap di cuci oleh Naufal. Dan kalau malam sekitar pukul 23.00 wib ke atas sering di bawa keluar olehnya. Saya sendiri gak tahu kerap keluar malam hari itu kemana, sekarang terjawab ternyata digunakan untuk curi kursi besi, oalaaa...," bebernya.

Perilaku Naufal juga disebut sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan warga. Salah satunya karena karyawan klinik tersebut dinilai kurang bersosialisasi dengan petugas keamanan di lingkungan perumahan.

"Naufal itu kan tinggal di mess yang disediakan Jalan Dharmahusada Utara gg.1, jadi tiap malam saat dia ke klinik yang sudah tutup operasional, lalu dia melihat ke kanan kekiri seperti mau mencuri, tidak lama dia berangkat mengunakan Ambulant," tutupnya.

BANGSAONLINE kemudian mencoba menggali informasi mengenai bagaimana Naufal dapat menguasai kunci kontak mobil ambulans tersebut.

Saat ditemui, Fitri, resepsionis Klinik Pratama Mitra Medicare, membenarkan bahwa klinik dan Laboratorium Cahaya berada dalam satu bangunan dan satu manajemen, tetapi memiliki penanggung jawab yang berbeda.

"Memang klinik dengan Labotarium satu bangunan, tapi untuk yang bertangung jawab dari karyawan Labotarium Cahaya adalah dokter Rudi selalu specilis Umum. Tentang Naufal bekerja sebagai apa yang bisa menjawab adalah dokter Rudi, dan sekarang dokter Rudi tidak ada di tempat," ujar Fitri. (rus/van)