JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember mengambil langkah terobosan dengan mengeksekusi program Homecare sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan publik.
Program tersebut dijalankan tanpa menunggu riset akademis perguruan tinggi maupun regulasi lanjutan dari pemerintah pusat. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa eksekusi lapangan lebih mendesak dibanding menunggu kajian panjang.
“Di saat pihak akademisi dan pemerintah pusat masih menyusun formulasinya, Jember memilih terjun langsung ke masyarakat. Urusan kesehatan warga membutuhkan kepastian cepat, bukan penundaan,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Program Homecare ditujukan bagi lima segmen warga rentan: lansia sebatang kara, ibu hamil risiko tinggi, penyandang disabilitas dengan komplikasi, balita terindikasi stunting, serta masyarakat kurang mampu penderita penyakit kronis.
“Ini langkah intervensi preventif jangka panjang demi menyelamatkan potensi SDM Jember di masa depan,” kata kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Untuk mendukung mobilitas tim medis, Pemkab Jember telah mengoperasikan 50 unit mobil Homecare, dan berencana menambah armada sepeda motor operasional. Kepala Puskesmas Sumberjambe, Sukron Nanda Firmansyah, menyambut baik kebijakan tersebut.
“Kami sangat mendukung penambahan armada roda dua ini karena akan mempermudah mobilitas tim medis, terutama saat harus mendatangi titik pemukiman yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat,” ucapnya.
Menurut dia, meski sebagian besar akses jalan masih bisa dilalui mobil, kehadiran motor operasional sangat krusial untuk menjangkau wilayah perdesaan dengan medan berat. (yud/mar)










