GRESIK, BANGSAONLINE.com - Polres Gresik menggelar Latihan Pra-Operasi (Lat Pra-Ops) Tumpas Narkoba Semeru 2026 di Ruang Rupatama Sarja Arya Racana, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis mematangkan kesiapan personel dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Gresik. Latihan dipimpin Kabag Ops Polres Gresik, Kompol Arief Sukmo Wibowo, yang mewakili AKBP Ramadhan Nasution.
Dalam amanat Kapolres Gresik yang dibacakan Kompol Arief, disebutkan bahwa operasi akan berlangsung 12 hari, mulai 12-23 Agustus 2026, melibatkan 103 personel dengan Satresnarkoba sebagai ujung tombak.
“Laksanakan deteksi dini dan tindakan tegas terhadap jaringan peredaran narkoba. Tetap utamakan keselamatan personel di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kanit IV Satintelkam Polres Gresik, Ipda Hendry Nurdiansyah, memaparkan peta kerawanan kasus narkoba sepanjang 2025. Wilayah Manyar tercatat paling tinggi dengan 25 kasus, disusul Driyorejo 23 kasus, Kebomas 16 kasus, dan Gresik Kota 15 kasus.
Ia mengingatkan modus operandi kini berkembang melalui sistem ranjau, peredaran obat keras tanpa resep, hingga penyusupan ke hunian dan fasilitas umum.
Kasatresnarkoba Polres Gresik, AKP Ahmad Yani, menegaskan penanganan kasus narkoba dipusatkan melalui pihaknya untuk menyelaraskan data, dan memperkuat pengembangan jaringan.
“Setiap penindakan harus melalui hasil penyelidikan yang matang dan terukur. Hindari cara-cara arogan yang berpotensi membahayakan personel maupun mencoreng nama baik institusi,” ujarnya.
Mengakhiri kegiatan, Arief mengingatkan agar personel tidak meremehkan potensi kerawanan narkotika di Gresik.
“Jangan beranggapan karena Gresik dikenal sebagai Kota Santri lalu kita merasa situasi selalu aman, dan melaksanakan operasi secara biasa-biasa saja,” tuturnya. (hud/mar)










