LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Pemilik warung yang diduga menjual minuman keras oplosan berkedok “Es Moni” di Terminal Pasar Burung Lamongan masih dicari setelah kasus tersebut viral di media sosial.
Dugaan penjualan minuman keras (miras) oplosan tersebut mendorong Dinas Perhubungan (Dishub), Polres Lamongan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengambil langkah cepat. Hingga kini, pemilik warung yang diduga terlibat belum ditemukan.
Kasatpol PP Lamongan Dr. Achmad Edwyn Anedi mengatakan, pihaknya masih berupaya mencari keberadaan pemilik warung tersebut.
"Sampai saat ini kita belum ketemu yang bersangkutan. Informasi yang kami terima pemilik warung sudah tidak ada di lokasi," ujar Edwyn, Selasa (4/8/2026).
Edwyn menambahkan, sejumlah pihak juga turut mencari keberadaan pemilik warung yang diduga menjual miras oplosan tersebut.
"Kalau kita temukan dan terbukti, tentunya akan kita tindak sesuai regulasi yang ada. Mungkin karena berita itu viral keberadaannya langsung menghilang," pungkasnya.
Sebelumnya, Dishub Lamongan bersama Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Lamongan menggelar pembinaan dan sosialisasi kepada para pedagang serta pemilik warung di kawasan Terminal Pasar Burung.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dishub Lamongan Hadi Cu, Kepala UPT Terminal Pasar Burung Asikan, serta Kanit Binpolmas Polres Lamongan Ipda Purnomo. Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas pemberitaan BPL mengenai dugaan penjualan miras oplosan.
Hasil dialog menghasilkan dua kesepakatan, yakni penertiban jam operasional warung kopi dan stan serta pembentukan paguyuban pedagang Pasar Burung. Paguyuban tersebut diharapkan dapat menjalankan pengawasan mandiri dan memperkuat koordinasi dengan pengelola terminal maupun kepolisian.
Ipda Purnomo menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan terminal.
"Kami imbau pedagang jaga ketertiban dan tidak menjual barang terlarang yang picu gangguan keamanan," katanya.
Hadi Cu menambahkan, kegiatan pembinaan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk menjaga kondisi terminal tetap aman dan kondusif. (van)










