Ledakan Hebat hingga Kebakaran Hanguskan Pabrik Bata Ringan di Lamongan, 1 Pekerja Tewas dan 6 Luka

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Fasilitas produksi bata ringan PT Superior Prima Sukses Tbk (PT SPS) di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dilanda ledakan hebat yang disertai kebakaran pada Kamis (17/9/2026).

Ledakan terjadi di ruang pengendapan pabrik yang berukuran 20x25 meter persegi dan menewaskan satu pekerja di lokasi. Enam pekerja lainnya mengalami luka bakar serius akibat insiden tersebut.

Polres Lamongan langsung mengamankan area operasional pabrik yang memproduksi bata ringan merek Blesscon dan Superiore Block itu. Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, membenarkan adanya laporan kecelakaan kerja fatal di perusahaan yang merupakan bagian dari SPS Corporate tersebut.

"Benar, Polres Lamongan telah menerima laporan kejadian kecelakaan kerja di PT SPS wilayah Kecamatan Pucuk. Akibat kejadian tersebut, 1 orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan 6 mengalami luka. Seluruh korban saat ini sudah berada di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif," kata Hamzaid.

Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan dan kebakaran tersebut. Penyidik belum menyimpulkan adanya kelalaian karena proses pemeriksaan dan pengumpulan bukti masih berlangsung.

"Penyidik kami dari Satreskrim Polres Lamongan sedang melaksanakan Olah TKP di lokasi pabrik. Perkembangan lebih lanjut mengenai penyebab pasti ledakan akan segera kami sampaikan," pungkas Hamzaid.

Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Lamongan, Rayin, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 00.40 WIB melalui Mako Induk Lamongan.

Laporan tersebut selanjutnya diteruskan ke Pos Damkar Korwil Babat untuk dilakukan penanganan.

“Laporan masuk sekitar pukul 00.40 WIB melalui Mako Induk Lamongan dan langsung diteruskan ke Pos Damkar Korwil Babat. Petugas bergerak cepat meluncur ke TKK dengan jarak tempuh sekitar 15 kilometer,” ujarnya.

Satu unit armada pemadam tembak yang membawa tujuh personel dikerahkan ke lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan secara masif untuk mencegah api menjalar ke bangunan lainnya.

“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 01.30 WIB. Berkat kesiapsiagaan anggota di lapangan, obyek vital seperti gedung operasional dan gedung produksi berhasil diselamatkan dari kobaran api,” katanya.

Meski api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit setelah petugas tiba, kebakaran menyebabkan kerusakan pada ruang pengendapan. Nilai kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Dari tujuh korban, satu orang meninggal dunia di lokasi, sedangkan enam lainnya mengalami luka bakar dan mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Adimas Firmansyah mengatakan penyidik masih mendalami penyebab pasti ledakan yang kemudian memicu kebakaran.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan pada Kamis pagi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Kami masih melakukan pendalaman. Tadi pagi kami sudah melaksanakan olah TKP untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian,” katanya.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi juga berkoordinasi dengan Bidlabfor Polda Jawa Timur. Adimas mengatakan penyebab ledakan akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan serta keterangan dari ahli.

“Kepastiannya nanti akan ada ahli yang menyatakan. Kami juga sudah koordinasi dengan Bidlabfor Polda Jatim,” ujarnya.

Adimas menambahkan bahwa polisi masih mendata identitas para korban dan memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi awal, salah satu korban diketahui memiliki KTP Surabaya.

Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab utama ledakan serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan kebakaran di pabrik bata ringan tersebut. (van)