"Prinsipnya pemerintah daerah selalu mendukung apa pun yang bisa memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi, baik di tingkat bawah, menengah, maupun atas. Hari ini Dekopinda memperingati Hari Koperasi dengan menggelar Gebyar UMKM," kata Dhito.
Menurut Dhito, sebanyak 80 stan UMKM ikut memeriahkan kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harkopnas di Kabupaten Kediri.
Dhito berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berjualan selama beberapa hari, tetapi juga mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
"Kita doakan lancar, membawa berkah bagi pelaku UMKM, bagi Dekopinda, dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini," ujarnya.
Di sela meninjau sejumlah stan, Dhito mengaku masih menjumpai pelaku UMKM yang mengandalkan penjualan secara konvensional.
Menurutnya, pelaku usaha harus mulai menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan teknologi digital.
"Saya tadi bertanya, apakah pemasarannya sudah masuk media sosial atau e-commerce. Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman, tentu akan berat karena persaingan sekarang sudah masuk ke dunia digital," katanya.
Menurut Dhito, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar produk UMKM asal Kabupaten Kediri mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri Buat Santoso mengatakan, Gebyar UMKM menjadi warna baru dalam peringatan Harkopnas tahun ini.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut lahir dari semangat gotong royong gerakan koperasi tanpa bergantung pada penyelenggara komersial.
Tujuannya, memberikan ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat.
"Tahun ini ada 80 stan UMKM. Harapan kami, tahun depan bisa lebih banyak lagi karena setiap tahun harus lebih baik daripada tahun sebelumnya," ujar Buat.
Menurutnya, semangat Hari Koperasi tidak hanya berkaitan dengan penguatan kelembagaan koperasi, tetapi juga bagaimana koperasi mampu hadir mendampingi UMKM agar naik kelas.
Karena itu, lanjutnya, Dekopinda juga menyiapkan program pelatihan bagi generasi muda berusia di bawah 40 tahun agar tertarik mengenal koperasi sekaligus memahami tata kelola usaha yang sehat.
"Kami ingin koperasi tidak berhenti pada generasi sekarang. Anak-anak muda harus mulai dilibatkan supaya koperasi tetap hidup dan berkembang di masa depan," katanya.
Buat Santoso menambahkan, Gebyar UMKM menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya."
"Selain pameran UMKM, rangkaian kegiatan juga diisi sarasehan perkoperasian dan akan dilanjutkan dengan jalan sehat sebagai upaya memperkuat peran koperasi sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kediri," ucapnya. (uji/van)










