Ringkasan Berita
- Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan Job Fair Tematik 2026 sebagai bagian strategi membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan dan akuntabel, bukan sekadar acara seremonial.
- Sebanyak 1.976 lowongan kerja difasilitasi pada 2026, melengkapi total 3.677 posisi yang telah dibuka sejak Januari, dengan mayoritas untuk lulusan SMK/SLTA.
- Pemkab Gresik berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi agar selaras dengan UMK yang tinggi dan kebutuhan industri yang berkembang.
- Evaluasi ketat dijalankan, termasuk kewajiban pelaporan hasil rekrutmen oleh perusahaan, untuk mengukur efektivitas penempatan dan menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
- Job Fair juga menghadirkan seminar link and match dengan industri, menekankan pentingnya magang, serta melantik fasilitator Jaga Migran Rangers untuk perlindungan PMI.
Menurutnya, masuknya investasi berskala besar dengan teknologi yang terus berkembang menuntut tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
"UMK yang tinggi harus selaras dengan kualitas SDM yang tinggi. Pemerintah tidak cukup hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga harus memastikan masyarakat Gresik siap mengisi peluang tersebut," tandasnya.
Ia mengatakan Pemkab Gresik terus memperkuat program pelatihan dan sertifikasi kompetensi melalui berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan industri agar masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dan mampu bersaing di dunia kerja.
Selain itu, Gus Yani mengajak seluruh perusahaan di Kabupaten Gresik terus bersinergi dengan pemerintah daerah melalui penyampaian informasi kebutuhan tenaga kerja, termasuk apabila proses rekrutmen dilakukan secara daring. Dengan demikian, Dinas Tenaga Kerja dapat menjalankan perannya sebagai penghubung antara dunia usaha dan pencari kerja.










