Tak Perlu Lagi Menunda Berobat, Kini JKN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Pelosok Desa

MADIUN, BANGSAONLINE.com – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, mengatakan perluasan akses layanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen menghadirkan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk yang tinggal di wilayah pedesaan.

Oleh sebab itu, melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan dukungan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang tersebar hingga di kecamatan dan desa, kini masyarakat memiliki akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.

Ketika membutuhkan pengobatan, peserta cukup datang ke puskesmas, klinik, atau praktik dokter tempat mereka terdaftar untuk mendapatkan pelayanan sesuai kondisi medis, untuk mempermudah masyarakat agar tidak perlu lagi menempuh perjalanan yang jauh ketika butuh berobat.

“Melalui Program JKN, peserta dapat mengakses layanan kesehatan sesuai kebutuhan medisnya. Dengan dukungan fasilitas kesehatan yang tersebar hingga tingkat desa, pelayanan kesehatan kini semakin mudah dijangkau,” jelas Ita, Jumat (17/7/2026).

Menurut Ita, kehadiran JKN tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dalam sistem jaminan sosial. Iuran yang dibayarkan peserta yang sehat menjadi penopang pembiayaan pelayanan bagi peserta yang sedang sakit, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat.

“Pada akhirnya, kehadiran JKN bukan hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan keadilan. Di mana pun seseorang tinggal dan sejauh apa pun jaraknya, setiap warga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Waginem (59), seorang petani di Kabupaten Madiun yang sehari-hari menghabiskan waktunya bekerja di sawah. Ia masih mengingat masa ketika berobat menjadi keputusan yang harus dipikirkan berulang kali karena mempertimbangkan biaya maupun jarak menuju fasilitas kesehatan.
Kini, setelah menjadi peserta JKN, kekhawatiran itu berangsur hilang. Baginya, kepastian mendapatkan pelayanan kesehatan membuat dirinya dan keluarga merasa lebih tenang ketika membutuhkan pengobatan.

“Dulu kalau sakit sering ditahan dulu, dipikir-pikir karena biaya dan jarak. Sekarang sudah lebih tenang karena sudah jadi peserta JKN. Kalau butuh berobat tinggal ke puskesmas, nanti diarahkan sesuai kebutuhan dan kondisi medis,” ungkap Waginem.

Menurut Waginem, keberadaan JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan kesehatan. Program tersebut juga menghadirkan rasa aman bagi masyarakat desa yang selama ini kerap menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang menjaga keaktifan kepesertaan JKN sehingga tidak ragu memanfaatkan pelayanan kesehatan saat dibutuhkan. Sebab, di balik kartu kepesertaan yang dimiliki, tersimpan kepastian bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa dibedakan oleh tempat tinggal maupun kondisi ekonomi. (red)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: