BPJS Kesehatan Optimalkan 2 Program ini di Wilayah 3T

Ringkasan Berita
  • BPJS Kesehatan memperluas akses JKN di wilayah 3T melalui Viola (layanan video conference) dan BPJS Keliling (layanan jemput bola). Viola telah dimanfaatkan 218.729 kali pada Januari-Mei 2026, terutama untuk informasi kepesertaan dan perubahan FKTP.
  • Viola paling banyak digunakan oleh peserta PBI JK, namun tidak semua wilayah 3T bisa mengadopsinya karena keterbatasan jaringan. Karena itu, BPJS Keliling tetap dioptimalkan untuk layanan tatap muka langsung di lapangan, termasuk di 179 titik pada kegiatan Lanuri serentak.
  • BPJS Keliling mendapat apresiasi karena mempercepat administrasi, memangkas birokrasi, dan memudahkan akses, terutama bagi anggota TNI yang bertugas. Layanan ini dinilai efektif menjawab kebutuhan mendasar masyarakat di wilayah terpencil.
  • Capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mencapai 91,53%, mencakup program JKN 3T, P-Care MBG, dan eliminasi inefisiensi klaim. Ini menunjukkan kemajuan dalam perluasan layanan dan efisiensi sistem kesehatan nasional.

GRESIK, BANGSAONLINE.comBPJS Kesehatan terus memperluas akses layanan JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (Viola) serta layanan jemput bola BPJS Keliling.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menjelaskan Viola merupakan kanal layanan berbasis video conference yang menghubungkan masyarakat dengan petugas BPJS secara real time.

“Viola memfasilitasi administrasi kepesertaan, informasi, dan pengaduan di fasilitas kesehatan, kantor desa, sekolah, maupun tempat lain di daerah 3T,” ujarnya pada Senin (13/7/2026).

Sepanjang Januari-Mei 2026, Viola telah dimanfaatkan 218.729 kali, terbanyak di puskesmas dengan layanan informasi kepesertaan dan perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Segmen peserta yang paling banyak menggunakan layanan ini adalah Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Janoe menambahkan, tidak semua wilayah dapat mengadopsi layanan digital karena keterbatasan jaringan dan kondisi geografis.

Karena itu, BPJS Keliling tetap dioptimalkan agar masyarakat tetap memperoleh layanan JKN. Janoe menjelaskan, “Hari ini Lanuri dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota dengan melibatkan 126 kantor cabang. Sebanyak 179 titik menghadirkan BPJS Keliling, sedangkan 379 titik lainnya memanfaatkan Viola.”

Ia juga menyampaikan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan mencapai 91,53 persen, meliputi program JKN 3T, P-Care MBG, serta eliminasi inefisiensi klaim.

Kehadiran BPJS Keliling mendapat apresiasi dari Kepala Poliklinik Kesehatan 05.09.24 Kabupaten Gresik, Peltu Masrukan.

“Operasional mobil BPJS Keliling terbukti mempercepat dan mempermudah administrasi kepesertaan JKN, terutama bagi anggota TNI yang sedang bertugas. Layanan tatap muka langsung di lapangan memberikan kemudahan nyata dan menjawab kebutuhan mendasar masyarakat,” paparnya.

Antusiasme masyarakat dan personel militer disebut tinggi karena layanan jemput bola ini dinilai efektif memangkas birokrasi dan memudahkan akses tanpa harus datang ke kantor cabang. (red)