Jefta Tarigan, Mahasiswa ITS Juara Fiesta Urology 2026

Ringkasan Berita
  • Jefta Kenna Shalom Tarigan, mahasiswa Teknologi Kedokteran ITS, meraih juara pertama kategori Original Research di ajang The 43rd Fiesta Urology 2026 Scientific Competition. Ini merupakan capaian sejarah karena Jefta adalah peserta non-medis pertama yang menjuarai kompetisi urologi.
  • Risetnya mengembangkan sistem Computer Aided Diagnosis (CAD) berbasis algoritma deep learning nnU-Net untuk mengotomatisasi penilaian kanker prostat dari citra Multiparametric MRI (mpMRI). Sistem ini mengacu pada standar PI-RADS dan menyajikan klasifikasi otomatis serta peta probabilitas tumor untuk mengurangi subjektivitas.
  • Dekan FKK ITS, Lukman Hakim, menegaskan kemenangan ini sebagai bukti keberhasilan kurikulum multidisiplin Teknologi Kedokteran ITS, yang menggabungkan 30% fondasi ilmu kedokteran dengan teknologi untuk memungkinkan kolaborasi dengan praktisi kesehatan.
  • Inovasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa fusi sains dan teknologi adalah kunci pengembangan teknologi kedokteran.

BANGSAONLINE.com - Mahasiswa Program Studi Teknologi Kedokteran Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jefta Kenna Shalom Tarigan, berhasil meraih juara pertama kategori Original Research dalam ajang The 43rd Fiesta Urology 2026 Scientific Competition.

Mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS ini mencatat sejarah sebagai peserta non-medis pertama yang menjuarai kompetisi urologi, bersaing dengan puluhan peserta mayoritas dokter.

Jefta mengusung riset bertajuk Computer Aided Diagnosis (CAD) System berbasis algoritma deep learning ganda (nnU-Net) untuk mengotomatisasi penilaian kanker prostat dari citra Multiparametric Magnetic Resonance Imaging (mpMRI).

“Algoritma saya itu gunanya secara garis besar untuk mengotomatisasi penilaian kanker prostat berdasarkan citra mpMRI,” katanya.

Sistem ini mengacu pada standar global Prostate Imaging-Reporting and Data System (PI-RADS), sekaligus mengatasi kendala subjektivitas pembacaan citra dengan menyajikan klasifikasi otomatis dan peta probabilitas tumor.

Sementara itu, Dekan FKK ITS, Lukman Hakim, menegaskan capaian ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan bukti keberhasilan kurikulum multidisiplin Teknologi Kedokteran ITS.

Mahasiswa dibekali 30 persen fondasi ilmu kedokteran agar mampu memahami konsep klinis dan berkolaborasi dengan praktisi kesehatan. Keberhasilan Jefta menjadi sinyal kuat bahwa fusi sains dan teknologi adalah kunci pengembangan teknologi kedokteran.

Inovasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (msn/mar)