OJK Tegaskan Stabilitas Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Global

BANGSAONLINE.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global. Hal itu disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 1 Juli 2026.

OJK mencatat pasar saham domestik masih dalam fase konsolidasi dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.643,19 atau terkoreksi 7,90 persen secara bulanan. Kendati demikian, likuiditas pasar modal dinilai tetap terjaga.

Di sektor perbankan, kredit tumbuh 11,51 persen year-on-year menjadi Rp8.918 triliun per Mei 2026, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 13,49 persen yoy menjadi Rp10.294 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat stabil di 2,17 persen.

OJK menekankan, intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga. Dalam pernyataan resmi yang diterima BANGSAONLINE.com disampaikan bahwa, “Stabilitas sektor keuangan tetap terjaga didukung oleh meredanya tekanan eksternal dan respons kebijakan yang memadai.”

Selain itu, OJK juga melaporkan jumlah investor pasar modal tumbuh 42,22 persen secara tahunan menjadi 28,96 juta investor hingga Juni 2026. Penggalangan dana korporasi mencapai Rp112,67 triliun melalui IPO, PUT, dan penerbitan obligasi.

OJK menegaskan pihaknya terus memperkuat pengawasan, penegakan hukum, serta perlindungan konsumen di seluruh sektor jasa keuangan, termasuk perbankan, asuransi, dana pensiun, pembiayaan, hingga aset kripto. (mid/mar)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: