TULUNGAGUNG,BANGSAONLINE.com - Seorang laki-laki ditemukan meninggal dunia di pinggir rel kereta api di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan. Korban diduga tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Brawijaya.
Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto mengatakan, jasad korban ditemukan di Kilometer (KM) 140 jalur kereta api yang berada di antara Stasiun Rejotangan dan Stasiun Ngunut.
"Kalau kecelakaannya diduga terjadi pukul 1.56 WIB saat KA Brawijaya 38 melintas dari Gambir menuju Malang. Kami menerima laporan pukul 2.30 WIB dan langsung ke TKP," kata AKP Kasianto, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, sebelum kejadian, petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta api JPL 223 melihat seorang laki-laki berjalan di atas rel dari arah barat menuju timur. Korban sempat diperingatkan agar segera keluar dari jalur kereta api.
"Peringatan itu diabaikan oleh korban. Petugas JPL 223 menghubungi petugas JPL 222 untuk melakukan pemantauan melalui CCTV. Namun, karena masih gelap sulit terpantau," jelasnya.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 01.56 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (PUSDAL) KAI Daop 7 Madiun menginformasikan melalui radio bahwa telah terjadi kecelakaan kereta api di wilayah Desa Buntaran.
"Saat dicek oleh petugas dari Stasiun Rejotangan ternyata benar, korban laki-laki, berkaus hitam tersambar KA Brawijaya," imbuhnya.
Petugas tidak menemukan identitas apa pun di lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
"Masih kami selidiki. Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta api karena dapat mengancam keselamatan," tandasnya.










