
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan mempercepat digitalisasi sistem pembayaran parkir di tepi jalan umum dengan menggunakan metode non-tunai (cashless) melalui QRIS.
Untuk mematangkan program inovatif ini, Dishub Lamongan menggandeng Bank Jatim sebagai mitra perbankan daerah. Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi digitalisasi di sektor pelayanan publik.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menjelaskan bahwa perombakan sistem ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih praktis, cepat, aman, dan transparan bagi warga Lamongan.
"Dengan QRIS, masyarakat tidak lagi bergantung pada transaksi tunai, sehingga proses pembayaran layanan transportasi maupun layanan pendukung lainnya dapat dilakukan secara lebih praktis menggunakan berbagai aplikasi pembayaran digital," kata Dianto saat memberikan keterangan, Kamis (2/7/2026) siang.
Dianto menegaskan, migrasi dari uang tunai ke sistem digital ini bukan sekadar tren, melainkan bagian dari reformasi tata kelola pemerintahan menuju arah yang lebih modern dan akuntabel.
Penerapan QRIS dinilai ampuh dalam memperkuat pengawasan penerimaan daerah, sebab setiap dana yang masuk langsung terdata otomatis oleh sistem.
"Hal ini tentu mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus meminimalkan potensi kebocoran anggaran," sambungnya.
Sebagai tahap awal, Dishub Lamongan telah memetakan puluhan area parkir yang berada di bawah wewenang pemerintah daerah untuk dijadikan sebagai zona percontohan (pilot project).
"Lokasinya di titik parkir tepi jalan yang jadi kewenangan kita. Totalnya ada sekitar 58 titik yang tersebar di wilayah Kecamatan Lamongan kota dan Kecamatan Babat," terang Dianto.
Jika tidak ada kendala, sistem pembayaran berbasis kode QR ini ditargetkan mulai menyapa masyarakat dalam fase uji coba terdekat pada bulan ini.
"Semoga di Juli (2026) ini bisa realisasi. Saat ini semuanya masih terus berproses di lapangan," harapnya.
Menjawab kegelisahan pengguna jasa parkir yang mungkin belum melek digital atau tidak memiliki dompet elektronik, Dianto memastikan pihaknya sudah menyiapkan solusi alternatif di lokasi. Warga tidak perlu khawatir akan ditolak saat hendak memarkir kendaraan.
"Bagi masyarakat yang tetap ingin membayar tunai, nanti diupayakan dibantu masukkan oleh petugas lapangan. Uang tunai tetap diterima, tetapi konsekuensinya segera dibayarkan atau dikonversi ke QRIS oleh petugas yang berjaga," tutup Dianto.
Melalui lompatan teknologi ini, Dishub Lamongan optimis dapat mendongkrak literasi digital masyarakat, sekaligus menata ekosistem perparkiran daerah agar menjadi lebih tertib, bersih, dan transparan.









