SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Seorang nenek bernama Wasijati (69), warga Jalan Candi Lontar Gang 3, Lakarsantri ditemukan tewas tanpa busana di lorong ruang tamu rumahnya pada Selasa (23/6/2026) sore.
Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh putri sulungnya, Anik (40). Peristiwa tersebut disampaikan oleh Nia (28), keponakan almarhumah Wasijati, saat ditemui di rumah duka.
Nia mengatakan korban ditemukan dengan luka bakar ringan di kedua pergelangan tangan dan kondisi wajah menghitam.
"Saya mendapatkan cerita dari kedua putri korban yaitu Anik dan Silvi, bahwa ibunya meninggal dalam keadaan tidak wajar. Ada luka di pergelangan tangga seperti luka bakar karena tersengat listrik dan mukanya menghitam," ujar Nia saat ditemui pada Rabu (24/6/2026).
Menurut Nia, korban ditemukan setelah Anik pulang bekerja sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa (23/6/2026). Saat tiba di rumah, Anik mendapati pagar besi tidak terkunci dan pintu rumah dalam kondisi sedikit terbuka.
"Mbak Anik kaget kondisi pagar besi tidak terkunci dan pintu rumah terbuka sedikit. Kaget melihat ibunya Tidka memgunakan pakaian dalam keadaan tengkurap dan sudah tak bernyawa, sehingga meminta tolong para tetangga," bebernya.
Korban diketahui tinggal serumah dengan kedua putrinya serta seorang cucu yang merupakan anak dari Silvi.
Dalam kesehariannya, korban mengasuh cucunya saat kedua putrinya bekerja di luar rumah. Keluarga menilai ada kejanggalan karena saat kejadian korban berada sendirian di rumah.
"Biasanya dirumah sang korban atau budeh saya Tidak pernah sendiri, tapi kenapa waktu itu kok cucunya atau anaknya Silvi Tidka dirumah, keluarga jadi curiga," tmbah Nia.
Selain menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, keluarga juga mengaku tidak menemukan telepon seluler dan dompet milik korban.
"Dompet dan handphone hilang, sudah dicari ke kamar budeh (korban) tidak ada," tambahnya lagi.
Petugas Polsek Lakarsantri bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya kemudian melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk keperluan visum. Pada Rabu (24/6/2026) pagi, jenazah dijemput keluarga untuk dimakamkan di TPU Putat Jaya.
Pada hari yang sama, kedua putri korban juga dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Polsek Lakarsantri.
"Mbak Anik dan Silvi mulai pagi tadi diperiksa di Polsek Lakarsantri. Kami keluarga meminta pihak Kepolisian agar bisa mengungkap kasus ini dan pelaku bisa tertangkap," tutup Nia.
Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri Iptu Aris Nuriyanto membenarkan adanya temuan jenazah dengan indikasi kematian tidak wajar dan menyatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
"Kami sudah ke tempat kejadian dan malam itu juga korban sudah kami lakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Kasus ini masih kita selidiki siapa pelaku dugaan pembunuhan kepada korban," ujarnya di hari yang sama. (rus/van)










