Salah satu sapi kurban yang dijual di Pasar Hewan Tikung
LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Tikung, Kabupaten Lamongan, mulai ramai menjelang Hari Raya Iduladha. Kenaikan terlihat dari jumlah pedagang, kendaraan pengangkut ternak, hingga harga sapi kurban yang terus merangkak naik.
Kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat Lamongan, Isrofil, mengatakan jumlah sapi yang masuk ke pasar meningkat sekitar 20 persen dibandingkan hari pasaran biasa.
“Ada peningkatan kehadiran pedagang dan hewan ternak yang masuk. Kalau dibanding hari biasa, peningkatannya sekitar 20 persen. Rata-rata harga sapi siap kurban mengalami kenaikan sekitar Rp1 hingga 3 juta per ekornya,” ujar Isrofil, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, kenaikan harga dipicu tingginya permintaan masyarakat menjelang Iduladha. Selain warga lokal, pembeli dari luar daerah juga mulai berburu hewan kurban lebih awal untuk mendapatkan kualitas terbaik.
Isrofil memperkirakan keramaian pasar akan terus meningkat hingga sepekan menjelang Iduladha.
“Pedagang yang datang ke sini kebanyakan dari luar kota juga, seperti daerah Sidoarjo dan Krian. Perputaran uang dan hewannya cukup cepat,” katanya.
Kondisi tersebut membawa keuntungan bagi peternak dan pedagang sapi musiman. Salah seorang pedagang sapi di Pasar Tikung, Ridwan, mengaku kenaikan harga tahun ini lebih baik dibanding momentum Iduladha tahun lalu.
“Malah meningkat sekarang dibanding tahun lalu. Kalau dibanding hari biasa, peningkatannya bisa sampai Rp3 juta per ekor. Sapi yang biasanya laku Rp20 juta, sekarang rata-rata dilepas dengan harga Rp25 juta,” tuturnya.
Ia menambahkan, beberapa jenis sapi menjadi favorit pembeli karena memiliki postur besar dan kualitas daging yang dinilai baik.
“Yang paling diminati itu yang bulunya merah-merah begini. Jenis Limosin, Pegon, sama Metal atau Simmental. Terutama yang ada tanduknya, itu paling cepat laku,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




