Namun, ia mengingatkan bahwa penutupan SPPG hanyalah langkah kuratif. Mengingat kejadian serupa telah berulang di berbagai daerah, Lia mendesak adanya penguatan pada sisi preventif (pencegahan).
“Dugaan keracunan akibat sajian menu MBG ini kan bukan peristiwa pertama. Tapi ini sudah kesekian kali dan terjadi di tempat lainnya, bukan hanya Surabaya. Maka yang harus dipahami bersama adalah upaya preventif. Jika penutupan SPPG yang bermasalah, itu kan langkah kuratif,” tegasnya.
Soroti Kendala Teknis "Porsi Jumbo"
Politikus yang akrab disapa Ning Lia ini menyoroti aspek teknis pengolahan makanan dalam skala besar yang menjadi tantangan utama bagi pengelola SPPG. Menurutnya, memasak untuk ribuan orang memerlukan keahlian khusus dan standar higienitas yang ekstra ketat.
“Nah, bagaimana langkah preventif? Di sini yang harus diakui bersama, bahwa memasak 3.000 porsi memang bukan perkara mudah. Jika penyedia makanan tidak memiliki latar belakang usaha kuliner atau catering dengan ribuan porsi, maka potensi salah pengolahan atau penyajian, sangat mungkin terjadi,” jelasnya.









