Kepala Dispedagin Kota Kediri, Moh. Ridwan bersama Kepala Perum Bulog Cabang Kediri Harisun (kanan) saat sidak di salah satu lapak. (Ist).
Sementara itu terkait isu kelangkaan Minyakita yang sempat beredar, Kepala Perum Bulog Cabang Kediri Harisun mengatakan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh prioritas distribusi.
Saat ini, lanjutnya, produsen tengah memprioritaskan kuota untuk program Bantuan Pangan yang ditargetkan selesai pada 31 Mei 2026. Hal ini menyebabkan distribusi ke pedagang mengalami penyesuaian.
“Bulog hanya mengelola sebagian kecil atau 70% dari jatah 30% yang dialokasikan ke BUMN. Ini masih terus kita salurkan khususnya di pasar pencatatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), seperti di Pasar Setono Betek,” jelasnya.
Harisun menambahkan sejak bulan Januari sampai saat ini, hampir 80.000 liter Minyakita telah diisalurkan ke Pasar Setono Betek. Setelah ini terpenuhi, ekspansi dilanjutkan ke pasar yang lain maupun pengecer.
“Berapapun supply dari produsen, kita salurkan sesuai dengan kuota yang ada. Untuk kondisi saat ini dropping tetap ada, namun kuantum tidak sama seperti biasanya. Kondisi ini mungkin akan kembali normal setelah program Bantuan Pangan selesai,” pungkasnya.
Sementara itu, Ali Asikin salah satu pedagang Pasar Setono Betek mengaku menjual beras premium di atas HET dikarenakan mendapat harga dari tengkulak sudah tinggi.
Ia mengaku menjual beras premium dengan harga Rp15.700/kg, sementara harga beli dari tengkulak sudah mencapai Rp14.700/kg. Sedangkan untuk harga jual Minyakita dan beras SPHP, Ia mengaku sudah menjual sesuai HET.
Ditanya perihal distribusi Minyakita, Ali mengaku dalam 3 minggu terakhir distribusi Minyakita mengalami pembatasan.
“Jika biasanya dulu bisa mencapai 15 karton sampai 50 karton per minggu sekarang dibatasi hanya 13 karton per minggu. Sementara stok 13 karton ini biasanya habis hanya dalam waktu 5 hari, sehingga terjadi kekosongan stok di sisa hari dalam seminggu,” jelasnya.
Ali berharap, distribusi Minyakita kembali normal sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat setiap hari. (uji/van)





