Mendag dan Bupati Gresik Resmikan Revitalisasi Pasar Sidayu, Telan DAK Rp30 Miliar

Mendag dan Bupati Gresik Resmikan Revitalisasi Pasar Sidayu, Telan DAK Rp30 Miliar Mendag RI Budi Santoso menandatangani prasasti dalam peresmian Pasar Tematik Industri Sidayu. foto: ist.

GRESIK,BANGSAONLINE.com - Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso didampingi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani meresmikan revitalisasi Pasar Tematik Industri Sidayu di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kamis (10/4/2026).

Revitalisasi pasar ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat saat bertransaksi serta diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian lokal.

Pasar Tematik Industri Sidayu memiliki total 538 stan yang diisi para pedagang.

Komoditas yang dijual meliputi kebutuhan pokok, sayuran, jajanan pasar, pakaian, sepatu, tas, hingga peralatan rumah tangga.

Peresmian ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pasar tradisional agar lebih bersih dan modern.

Mendag Budi mengatakan kebersihan pasar menjadi faktor penting agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan masyarakat.

Menurutnya, kondisi pasar yang bersih juga mampu mendorong aktivitas ekonomi sekaligus wisata kuliner di kawasan tersebut.

Ia menambahkan pemerintah tengah menggencarkan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan).

Program ini bertujuan menciptakan pasar rakyat yang bersih dan sehat sehingga meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Gerakan tersebut melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Polri, serta pemerintah daerah.

"Kita ada namanya Gernas Mapan, Gerakan Nasional untuk membersihkan pasar nasional. Jadi kita ingin pasar-pasar tradisional itu harus bersih, tidak becek, tidak bau," kata Budi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara. Gerakan ini dirancang untuk mengubah wajah pasar tradisional di seluruh Indonesia, dimulai dari perilaku pedagang hingga pemenuhan sarana kebersihan.

"Peningkatan kebersihan pasar tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan. Tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional," tuturnya.

Budi Santoso juga mendorong agar pasar rakyat mulai beradaptasi dengan ekosistem digital. Ia menjelaskan, bahwa di era digital, pedagang pasar harus mulai belajar berjualan secara daring (online) untuk menjangkau konsumen yang memilih berbelanja dari rumah. Perpaduan antara pembeli yang datang langsung dan pembeli daring akan meningkatkan pendapatan pedagang.

"Pasar ini memiliki unsur cagar budaya dan potensi wisata kuliner. Syarat utamanya adalah harus bersih dan tidak bau. Kita ajarkan pasar rakyat untuk berjualan online agar bisa bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada," harapnya.

"Kami tidak hanya membangun fisik, tapi juga manajemen sampahnya harus dikelola dengan baik. Saya juga mengapresiasi harga kebutuhan pokok di sini yang terjaga dengan baik, harapannya stabilitas ini terus dipertahankan," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Gresik menyampaikan bahwa, pasar Tematik Industri Sidayu menjadi pusat perekonomian di wilayah utara yang mengampu dari Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Dukun dan Bungah.

"Revitalisasi pasar ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendag Tahun Anggaran (TA) 2025 sebesar Rp 30 Miliar,," ucapnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi ini menghadirkan fasilitas baru yang sebelumnya belum ada seperti ruang terbuka hijau yang memberikan kenyamanan dan kesejukan. Serta Plaza yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang pameran dan kegiatan masyarakat.

"Saya berharap, dengan bangunan yang lebih representatif ini pedagang dan pembeli bisa lebih nyaman dalam melakukan transaksi. Revitalisasi tersebut diharapkan, menjadi ikon baru perekonomian Gresik, dan mendukung keberlanjutan UMKM sekaligus memperkuat peran pasar di era digital," harapnya.

Sebelum peresmian, Budi Santoso didampingi Bupati Gresik dan Wabup Asluchul Alif memborong sejumlah bahan pokok. Budi Santoso membeli telur, cabai, sayur hingga minyak yang dijual pedagang di pasar yang dikenal warga Gresik Utara sebagai Pasar Pahing. (hud/van)