Lia Istifhama
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong kolaborasi lintas daerah dalam pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus sumber energi terbarukan.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI Lia Istifhama.
Ia menilai langkah ini sebagai transformasi konkret dari persoalan sampah menjadi peluang besar bagi masa depan lingkungan dan energi nasional.
Program PSEL di Jawa Timur mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari untuk operasional optimal.
Di kawasan Surabaya Raya, pasokan sampah diperkirakan mencapai sekitar 1.100 ton per hari dengan lokasi rencana di Sumberejo, Pakal, Surabaya.
Sementara di Malang Raya, volume sampah mencapai sekitar 1.138,9 ton per hari dengan lokasi rencana di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Dengan volume tersebut, proyek ini dinilai layak secara teknis dan ekonomis untuk dikembangkan menjadi pembangkit energi alternatif.
Ning Lia juga menyinggung Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas oleh Prabowo Subianto sebagai fondasi baru dalam pembenahan tata kelola lingkungan secara nasional.
“Gerakan tersebut tidak sekadar menghadirkan perubahan visual, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor dengan langkah cepat dan terukur,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, pendekatan yang dimulai dari tingkat desa hingga nasional akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi pengolahan sampah modern yang tidak menimbulkan bau, ramah lingkungan, dan dapat dioperasikan di tingkat kelurahan atau kecamatan.
Beberapa lembaga pendidikan bahkan telah mengembangkan alat pemusnah sampah skala kecil yang dinilai efektif dan aplikatif.
“Kehadiran alat pengolahan sampah di tingkat wilayah paling bawah akan memangkas ketergantungan pada tempat pembuangan akhir,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, sampah tidak lagi menumpuk di TPA, melainkan dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien langsung dari sumbernya.

























