Bahkan, ia berinisiatif menemui orang tua S untuk meluruskan persoalan, namun upaya tersebut tidak mendapat respons yang diharapkan. Kasus serupa juga dialami seorang siswi di sekolah yang sama.
Ia dituduh mencuri uang Rp50 ribu tanpa bukti, sehingga mengalami tekanan psikis serius bahkan saat menghadapi ujian sekolah. Korban disebut mendapat stigma negatif di lingkungan sekolah, dengan sejumlah siswa melontarkan kata-kata kasar.
Pihak keluarga korban menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar dan telah mencemarkan nama baik anaknya.
“Anak kami tidak pernah mencuri. Tapi sudah terlanjur dicap di lingkungan sekolah. Perlakuan ini jelas menghancurkan mentalnya, apalagi saat ini sedang ujian,” kata HS, selaku perwakilan keluarga.










