Kembalinya pemuda ke sektor pertanian membawa ide-ide segar. Aris menilai pola tanam generasi muda lebih variatif dibanding petani senior.
“Kalau petani senior biasanya nanamnya cuma singkong sama jagung. Tapi, pemuda itu kreatif, nggak mau terpaku itu-itu saja. Maunya nanam yang lain juga, cabai, tembakau, apa saja yang hasilnya lebih,” ujarnya.
Petani lain, Catur Edy (39), menjadi contoh inovasi pasca Reforma Agraria. Ia membangun greenhouse dan berhasil menanam melon, produk yang sebelumnya belum pernah dibudidayakan di Desa Soso.
“Saya ingin yang beda. Tidak mau nanem yang itu-itu saja,” tuturnya.










