"Ini memang untuk anak-anak yang benar-benar belum terjangkau bantuan apa pun. Tujuannya agar tidak ada alasan ekonomi yang membuat mereka putus sekolah," kata Aries.
Ditegaskan olehnya, meski jumlah penerima belum mencakup seluruh peserta didik, bantuan ini dirancang untuk menutup celah bagi siswa rentan yang selama ini tidak tersentuh program pendidikan.
BACA JUGA:Hadiri Wisuda Santri Ponpes Al-Amin Mojokerto, Khofifah: Imbangi Kerja Produktif dengan Riyadhah
"Ini bagi yang memang betul-betul tidak masuk dalam bantuan pemerintah," tuturnya.
Terkait angka putus sekolah di Jawa Timur, Aries mengakui masih terjadi meski tidak tergolong tinggi. Pemprov Jatim telah menyerahkan rencana aksi daerah penuntasan anak tidak sekolah kepada Kementerian Dalam Negeri, dan menjadi provinsi pertama yang menyelesaikan dokumen tersebut.










