Kembangkan Sekolah Rakyat, Bupati Gresik Bersama Sekjen Kemensos RI Visitasi ke SRT 45 Semarang

Kembangkan Sekolah Rakyat, Bupati Gresik Bersama Sekjen Kemensos RI Visitasi ke SRT 45 Semarang Bupati Gresik, Fandi Akmad Yani berbincang dengan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang yang sedang makan siang. Foto: Ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (30/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yani didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Robben Rico, Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Bupati Yani mengatakan, kunjungan ini dalam rangka mempelajari program SRT 45 Semarang yang dinilai berhasil. Sekolah ini merupakan inisiatif pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI, dengan fokus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama yang setara SD/SMP/SMA bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

"Dari visitasi ini kita belajar bagaimana problem dan cara mengatasi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang menampung siswa SD dan SMA di SRT 45 Semarang. Kemudian program serupa dapat direplikasi atau diterapkan di Kabupaten Gresik, dengan harapan dapat membantu pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui pendidikan," ujarnya.

Gus Yani, sapaan akrabnya, mengungkapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Gresik akan dibangun di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, di atas lahan 6,5 hektare dengan total luas bangunan 62.577 meter persegi.

Fasilitas pendidikan ini akan dilengkapi secara terpadu mulai dari tempat belajar, olahraga, hingga ruang terbuka hijau.

"Di dalamnya terdapat 26 jenis bangunan, termasuk 36 ruang kelas, laboratorium, dan klinik. Termasuk gedung olahraga lengkap dengan lapangan badminton, basket, mini soccer, dan jogging track," terangnya.

Fasilitas tersebut hampir sama dengan yang dimiliki SRT 45 Semarang, termasuk asrama, ruang kelas, laboratorium, laptop untuk guru dan siswa, dengan kurikulum yang mengintegrasikan akademik, karakter kebangsaan, dan pendidikan vokasi.

Keberhasilan implementasi dan fasilitas lengkap di SRT 45 Semarang menjadi inspirasi bagi Bupati Gresik untuk menerapkan standar serupa dan meningkatkan fasilitas di sekolah rakyat di Kabupaten Gresik.

"Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat membawa praktik-praktik baik dari SR 45 Semarang untuk direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Kabupaten Gresik," pungkasnya.

Sementara itu, Sekjen Kementerian Sosial RI, Robben Rico, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata inklusi pendidikan bagi masyarakat yang selama ini tidak tersentuh layanan pendidikan formal.

Robben menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya menawarkan jalur pendidikan alternatif, tetapi juga membuka ruang pemulihan sosial bagi warga. Menurutnya, banyak peserta yang sebelumnya kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak memiliki arah hidup, kini mulai berani bermimpi.

"Program ini memberi kesempatan kepada mereka yang dulu tidak pernah membayangkan bisa menjadi guru, direktur, atau profesional. Sekolah Rakyat membuat harapan itu hidup kembali," ujarnya.

Menurut Robben, ada tiga prinsip utama yang harus dijalankan oleh sekolah rakyat: pertama, memuliakan orang kecil; kedua, menjangkau mereka yang belum terjangkau pendidikan; dan ketiga, memungkinkan hal yang tampaknya mustahil.

"Lulusan sekolah rakyat bukan hanya pintar, tapi juga memiliki karakter yang kuat dan terampil. Selain itu, Kemensos juga menyediakan 2.600 beasiswa bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat," terangnya.

Robben mengungkapkan bahwa awalnya banyak kabupaten/kota yang kurang peduli dengan pendirian sekolah rakyat. Kini kesadaran tentang pentingnya program ini semakin berkembang, khususnya untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan.

"Saat ini terdapat 13.864 anak usia 7–12 tahun di Jawa Tengah dan 23.041 anak di Jawa Timur yang belum mengenyam pendidikan. Keberadaan sekolah rakyat sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan akses bagi semua lapisan masyarakat," tandasnya. (hud/rev)