Korban percaya bahwa pelaku adalah anggota polisi setelah ditunjukkan pistol airsoft gun dan sebuah HT. Kepercayaan itu dimanfaatkan pelaku untuk meminta uang ke korban hingga berkali-kali sejak menjalin asmara pada 27 Mei 2025.
"Pertama, pelaku pertama meminta uang dengan alasan mengalami kecelakaan sebesar Rp1.500.000. Setelah itu, permintaan uang terus berlanjut hingga total Rp170 juta," ujar Bobby.
BACA JUGA:PLN UIT JBM Salurkan Alat Pertanian Listrik ke Petani Tuban Lewat Program Electrifying Agriculture
Modus yang dilakukan pelaku adalah terus menghubungi korban melalui telepon dan pesan WhatsApp dengan berbagai alasan, sehingga korban akhirnya mengirimkan uang berkali-kali tanpa curiga.
Korban baru curiga setelah ada gelagat aneh dan kemudian melapor ke Mapolres Tuban pada 20 November 2025.










