Selain itu, Pemkot Kediri juga aktif melakukan mobile visit untuk menjangkau kelompok berisiko, guna mempercepat penanganan jika ditemukan kasus positif HIV.
“Mengingat pengobatan HIV memerlukan waktu yang panjang, kita melakukan pendekatan kepada pasien dengan melibatkan para pendamping ODHA. Mereka berperan dalam melakukan monitoring, pendampingan, serta memberikan penguatan psikologis kepada pasien agar tetap semangat untuk melakukan pengobatan,” kata Fahmi.
Terkait tema kegiatan, ia menjelaskan bahwa pemilihan rejimen antiretroviral (ARV) untuk anak dan dewasa mempertimbangkan kondisi pasien, ketersediaan obat, penyakit penyerta, serta potensi efek samping.
“Kita dan pendamping memiliki grup komunikasi sehingga bisa melakukan tindak lanjut yang lebih cepat apabila ada keluhan atau efek samping pengobatan. Kita cari solusi dengan mengganti ke rejimen lain,” ucapnya.










