Yosi bersama teman-temannya saat menikmati lezatnya soto ayam Bok Ijo. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) merupakan pilar penting perekonomian Indonesia. Meski berskala kecil, jumlahnya sangat besar dan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Indonesia (BI) turut berperan aktif dalam mendukung UMKM, termasuk di Kota Kediri. Melalui pendampingan dan pelatihan usaha, BI mendorong UMKM agar tumbuh sehat dan berdaya saing.
BACA JUGA:
- Pemudik Serbu Tahu Takwa Kediri, Penjualan Naik 6 Kali Lipat
- Waroeng Baroe Lama, Warung Vintage di Kediri Jadi Tempat Ngopi Favorit
- Keindahan Alam di Hutan Pinus Plapar: Wisata Asri dengan Ragam Kuliner Khas
- Pecel Punten 'Benjeng Mriki Maleh' Kuliner Ikonik Kota Kediri yang Pernah Dijujuki Presiden SBY
Beberapa UMKM di Kediri telah menjadi mitra binaan BI, seperti tenun ikat di Bandar Kidul dan pusat kuliner Soto Ayam Bok Ijo di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto.
Pada 2023, BI Kediri bersama Pemkot Kediri memberikan label halal kepada para pedagang Soto Ayam Bok Ijo Tamanan. Kuliner legendaris ini kemudian ditetapkan sebagai zona kuliner halal, aman, dan sehat (KHAS) pertama di Kota Kediri, bahkan di Jawa Timur.
Upaya ini melibatkan kolaborasi antara BI Kediri, Pemkot Kediri, MUI, dan akademisi, seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap makanan yang terjamin kehalalannya. Label halal yang dipasang di rombong pedagang menandakan bahwa bahan baku, proses penyembelihan, dan penyajian dilakukan sesuai syariat.
"Dengan diberi label halal pada Soto Ayam Bok Ijo Tamanan ini, agar ketika orang datang untuk makan bisa yakin akan kebersihan dan kehalalannya," ujar M Choirur Rofiq, Kepala Perwakilan BI Kediri saat itu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




