Ester saat melayani pembeli pecel punten nya. Foto: Muji harjita/BANGSAONLINE.com
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Kediri memang gudangnya warung nasi pecel tumpeng. Tidak hanya di desa-desa.
Di jantung Kota Kediri-pun tepatnya di Jalan Doho, bila sudah menjelang malam, puluhan penjual nasi pecel-tumpang menjajakan makanan khas Kediri itu di trotoar sepanjang Jalan Doho.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Jelaskan 3 Raperda, dari Jalanan hingga Cadangan Pangan
- Rumah Kerap Bocor, Nenek 76 Tahun di Kota Kediri Terima Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta
- Kegiatan Mlaku Bareng Dipadati Ribuan Warga PSHT Kota Kediri
- Dispendukcapil Kota Kediri Pastikan Fotokopi KTP-el Masih Diperbolehkan Asal Bijak Digunakan
Bergeser ke arah timur Kota, sekitar 5 km, tepatnya Jl. Ketami, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, ada warung pecel punten yang sudah ada sejak tahun 2000.
Warung Pecel yang satu ini terkenal unik karena tidak memakai nasi tetapi punten, yaitu makanan yang terbuat dari beras, santan, dan garam.
Seporsi pecel punten tersaji sayuran, kerupuk pasir, punten, yang kemudian disiram dengan bumbu pecel. Harga seporsi pecel punten di warung yang terkenal dengan slogan 'benjeng mriki maleh' ini, hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp7.000. Tapi kalau ingin tambah sayur, menjadi Rp10.000,-
Warung ini tidak hanya enyediakan pecel punten, tapi juga ada makanan lain seperti nasi ampok (jagung), jenang campur, sawut atau sredek, hingga tiwul pun ada.
Uniknya lagi, untuk menyebut harga yang harus dibayar, si penjual selalu mengatakan 7 juta yang merupakan candaan untuk nominal 7 ribu dan sejenisnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




