Ning Lia menekankan pentingnya pendampingan psikologis dan spiritual bagi para santri agar dapat pulih dari trauma.
Menurut dia, hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat. Selain itu, rehabilitasi fisik juga perlu mendapat perhatian serius mengingat musibah ini merupakan bencana yang berdampak besar.
BACA JUGA:Ingatkan Nilai Sejarah Gedung Grahadi, Ning Lia Ajak Masyarakat Jaga Cagar Budaya dan Guyub Rukun
Ning Lia menyebut para santri yang menjadi korban sebagai pejuang yang sedang menuntut ilmu di jalan Allah. Ia juga menyampaikan belasungkawa dan doa agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Mereka yang meninggal ketika berjuang di jalan Allah adalah syuhada,” tuturnya.










