Zulhas bercerita, bahwa dirinya dulu juga pernah mengenyam pendidikan madrasah hingga pendidikan guru agama (PGA), meskipun tidak sampai lulus. Namun, dengan kegigihan dan doa, ia berhasil meraih puncak karir.
"Saya berdiri di depan kalian, sekolah saya dari MI (madrasah ibtidaiyah) lanjut ke PGA, itu pun tidak lulus. Dari guru agama saja tidak selesai, saya cuma sanggup 3,5 tahun, tapi bisa berdiri di sini menjadi Menteri Koordinator Bidang Pangan, sebelumnya Menteri Perdagangan, sebelumnya Ketua MPR, sebelumnya lagi Menteri Kehutanan, sebelumnya lagi anggota DPR RI, sebelumnya pengusaha," papar Zulkifli.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan Zulhas untuk mendorong para santri untuk menjadi pengusaha. Ia berharap kelak banyak lulusan pesantren yang bisa berwirausuah hingga menciptakan lapangan kerja.
"Saya umur 20 tahun penghasilannya Rp200 juta sebulan, baru lulusan madrasah, PGA tidak kelar," ungkapnya, menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari gelar akademis.










