Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 90 orang. Hal tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ajang budaya yang mengangkat nilai-nilai etnik dan kearifan lokal.
MEC 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah apresiasi bagi desainer muda, pelajar, dan pelaku seni untuk menampilkan karya kreatif mereka dalam balutan budaya melalui kostum dan pertunjukan grand show.
“MEC kali ini mengusung semangat kolaboratif dan kearifan lokal. Kami berharap ajang ini mampu menjadi ikon budaya Madura sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah arus modernisasi,” kata Syamsuri.
Gelaran MEC yang akan berlangsung pada 20 September mendatang juga menghadirkan beragam hiburan, seperti musik tong-tong, kolaborasi band rock dengan kalenengan, penampilan bintang tamu, dan berbagai pertunjukan seni lainnya.










