"Itu yang saya tangkap, bagaimana ketika kita memiliki positioning sebagai keterwakilan rakyat, kita memahami hakikat demokrasi dan nilai musyawarah dalam Pancasila," kata Lia dalam acara diskusi Konsitusi dan Demokrasi Indonesia MPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (13/8/2025).
Lia menyoroti dinamika isu publik yang kerap memunculkan pro dan kontra, termasuk pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengaitkannya dengan teori siklus disintegrasi bangsa dari Ibnu Khaldun, yang mengingatkan bahwa jika ketimpangan dan rasa termarjinalkan tidak dikelola, dapat memicu krisis kepercayaan antarmasyarakat maupun terhadap pemerintah.
Terkait wacana MPR kembali menjadi lembaga tertinggi negara, Lia mengungkap respons beragam dari di ruang publik.










