Untuk penerangan pakai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tapi penerangan PLST itu hanya mampu hingga pukul 11 malam. Setelah itu redup. Lalu disambung genset (generator set).
“Tapi PLN sudah survei. Katanya bulan ini akan dipasang listrik,” tutur Haji Junaidi Siregar, pengusaha yang juga Mustasyar PCNU Palangkaraya kepada BANGSAONLINE.
BACA JUGA:Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
Haji Junaidi inilah yang menjadi salah satu inisiator dan pioner berdirinya pesantren tersebut bersama Ketua PCNU Palangkaraya KH Muhammad Syahrun dan para aktivis NU lainnya. Bahkan Haji Junaidi juga yang mewakafkan tanah untuk pesantren tersebut.
Bangunannya sederhana. Sebagian terbuat dari kayu. Terutama kamar santri dan para guru atau ustadz dan ustadzah.










