Rektor Universitas Madura, Gazali
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Universitas Madura (Unira) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) antikekerasan seksual, Senin (5/5/2025).
Rektor Universitas Madura, Gazali menyampaikan, Satgas dibentuk untuk merespons banyaknya kasus kekerasan seksual yang belakangan ini marak di sejumlah kampus.
BACA JUGA:
- 53 Siswa SD Kota Kediri Diduga Keracunan MBG, Satgas Temukan Indikasi Pelanggaran SOP
- Satgas Pangan Polres Kediri Ancam Tindak Tegas Penimbun dan Permainan Harga saat Ramadhan
- VIRAL! Video 15 Detik Sekelompok Mahasiswa Diduga Unira Terlibat Perkelahian di Halaman Kampus
- Mahasiswa Segel Kantor Rektor Unira, Protes Pedoman Pemilu BEM yang Dinilai Cacat Prosedur
"Ini untuk mengantisipasi adanya kekerasan seksual atau pelecehan seksual di lingkungan Unira. Satgas ini terdiri dari gabungan dosen dan mahasiswa. Jumlah mahasiswa kami yang banyak tentu banyak risiko kemungkinan terjadinya pelecehan seksual," katanya.
Gazali juga menuturkan, pemerintah telah mewajibkan setiap Universitas untuk membentuk satgas anti kekerasan seksual.
Untuk mematuhi aturan dari pemerintah tersebut, Unira mengeluarkan larangan terhadap dosen untuk tidak melakukan kuliah malam.
"Di dalam kampus Unira sudah banyak ditempel sejumlah poster pengingat mengenai larangan melakukan pelecehan seksual di dalam kampus,"ujarnya.
Tidak lupa, Gazali juga mengimbau kepada mahasiswa Unira yang ingin bimbingan skripsi agar dilakukan di kampus. Bahkan, perkuliahan malam sudah lama ditiadakan sejak tahun 2021 silam.
"Kalau di Unira sudah tidak ada kuliah malam. Antara dosen dan mahasiswa tidak boleh bimbingan malam atau di rumah dosen, Yang rawan itu mahasiswi bimbingan ke rumah dosen pria. Sudah kami sarankan bahwa bimbingan skripsi tu harus di kampus," tandasnya. (dim/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




