Inflasi Kota Kediri Stabil Saat Lebaran, BPS Catat Beberapa Komoditas Pendorong dan Penghambat

Inflasi Kota Kediri Stabil Saat Lebaran, BPS Catat Beberapa Komoditas Pendorong dan Penghambat Kepala Bagian Administrasi Perekonomian, Tetuko Erwin Sukarno.

KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Tingkat pada bulan April, setelah hari raya Idulfitri berakhir, masih berada pada kondisi stabil dan terkendali. 

Hal ini disampaikan Emil Wahyudiono, Kepala dalam Press Release Berita Resmi Statistik secara daring, beberapa waktu lalu.

Emil menyebut, month-to-month (m-to-m) pada bulan April sebesar 1,33 persen, year-on-year (y-on-y) sebesar 1,23 persen dan year to date (y-to-d) sebesar 1,20 persen.

Menurut Emil, pihaknya merangkum catatan peristiwa selama bulan itu yang berpengaruh terhadap kenaikan harga beberapa komoditas, di antaranya terdapat beberapa barang yang mengalami kenaikan harga, seperti: sepeda motor, mobil, kelapa, santan jadi, bawang merah, tomat, tarif angkutan angkutan kota dan udara.

“Kenaikan harga kelapa dan santan instan bisa terjadi akibat imbas ekspor ke China, sehingga pasokan di kalangan konsumen menjadi berkurang juga pasokan untuk mensuplai industri santan instan,” terangnya.

Selanjutnya, terdapat pula komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti: daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, beras, dan tarif pulsa ponsel. 

Menurut paparan Emil, penurunan tarif pulsa terjadi akibat kebijakan yang dilakukan Kementerian Komdigi yang menurunkan tarif pulsa selama Bulan Maret hingga April untuk memfasilitasi pemudik dalam berkomunikasi.

Emil mengemukakan ada beberapa komoditas yang menyumbang dan menghambat , sebagai berikut. Komoditas penyumbang : tarif listrik sebesar 1,43 persen; emas perhiasan sebesar 0,21 persen; kelapa sebesar 0,09 persen; angkutan udara dan sawi hijau sebesar 0,03 persen; santan jadi, bawang merah, dan tomat sebesar 0,02 persen; sepeda motor, kangkung, angkutan antar kota, mobil, ketupat/lontong sayur masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara itu komoditas penghambat : daging ayam ras sebesar -0,22 persen; cabai rawit sebesar -0,19 persen; telur ayam ras sebesar -0,06 persen; cabai merah dan semangka sebesar -0,03 persen; bensin, beras, terong, jeruk, tarif pulsa ponsel masing-masing sebesar -0,02 persen; wortel, jagug manis, dan melon masing-masing sebesar -0,01 persen.

“Kami juga mengamati beberapa hal yang patut diwaspadai pada Bulan Mei, di antaranya tarif pulsa ponsel yang kembali ke tarif semula setelah lebaran. Lalu, terdapat peningkatan produksi atau panen raya beras yang imbasnya masih bisa kita rasakan hingga Bulan Mei nanti,” ucap Emil.

Selanjutnya terjadi penurunan stok pada kelapa dan santan instan akibat ekspor kelapa ke China sehingga stoknya belum normal. 

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan Warnai Peringatan Hari Bumi dan Hari Air Dunia di Kota Kediri':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO