Kepala Bagian Administrasi Perekonomian, Tetuko Erwin Sukarno.
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Tingkat inflasi Kota Kediri pada bulan April, setelah hari raya Idulfitri berakhir, masih berada pada kondisi stabil dan terkendali.
Hal ini disampaikan Emil Wahyudiono, Kepala BPS Kota Kediri dalam Press Release Berita Resmi Statistik secara daring, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:
- BPS Surabaya Targetkan Pendataan 490 Ribu UMKM di Sensus Ekonomi 2026
- Dinkes Kota Kediri dan BNN Ajak Mahasiswa Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba
- Wali Kota Kediri Hadiri Haflah Tasyakur Akhirussanah Lembaga Pendidikan Yayasan Ponpes Al Amien
- 38 PNS Kediri Naik Pangkat, Mayoritas Guru Diminta Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Emil menyebut, inflasi month-to-month (m-to-m) Kota Kediri pada bulan April sebesar 1,33 persen, inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 1,23 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,20 persen.
Menurut Emil, pihaknya merangkum catatan peristiwa selama bulan itu yang berpengaruh terhadap kenaikan harga beberapa komoditas, di antaranya terdapat beberapa barang yang mengalami kenaikan harga, seperti: sepeda motor, mobil, kelapa, santan jadi, bawang merah, tomat, tarif angkutan angkutan kota dan udara.
“Kenaikan harga kelapa dan santan instan bisa terjadi akibat imbas ekspor ke China, sehingga pasokan di kalangan konsumen menjadi berkurang juga pasokan untuk mensuplai industri santan instan,” terangnya.
Selanjutnya, terdapat pula komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti: daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, beras, dan tarif pulsa ponsel.
Menurut paparan Emil, penurunan tarif pulsa terjadi akibat kebijakan yang dilakukan Kementerian Komdigi yang menurunkan tarif pulsa selama Bulan Maret hingga April untuk memfasilitasi pemudik dalam berkomunikasi.
Emil mengemukakan ada beberapa komoditas yang menyumbang dan menghambat inflasi, sebagai berikut. Komoditas penyumbang inflasi: tarif listrik sebesar 1,43 persen; emas perhiasan sebesar 0,21 persen; kelapa sebesar 0,09 persen; angkutan udara dan sawi hijau sebesar 0,03 persen; santan jadi, bawang merah, dan tomat sebesar 0,02 persen; sepeda motor, kangkung, angkutan antar kota, mobil, ketupat/lontong sayur masing-masing sebesar 0,01 persen.
Sementara itu komoditas penghambat inflasi: daging ayam ras sebesar -0,22 persen; cabai rawit sebesar -0,19 persen; telur ayam ras sebesar -0,06 persen; cabai merah dan semangka sebesar -0,03 persen; bensin, beras, terong, jeruk, tarif pulsa ponsel masing-masing sebesar -0,02 persen; wortel, jagug manis, dan melon masing-masing sebesar -0,01 persen.
“Kami juga mengamati beberapa hal yang patut diwaspadai pada Bulan Mei, di antaranya tarif pulsa ponsel yang kembali ke tarif semula setelah lebaran. Lalu, terdapat peningkatan produksi atau panen raya beras yang imbasnya masih bisa kita rasakan hingga Bulan Mei nanti,” ucap Emil.
Selanjutnya terjadi penurunan stok pada kelapa dan santan instan akibat ekspor kelapa ke China sehingga stoknya belum normal.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




