Erwin (tengah) saat memberi keterangan didampingi Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Muhammad Fajri Mubasysyir. (Ist).
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Astha mengunjungi Triyono Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, di Kelurahan Burengan, Rabu (16/4/2025) siang.
Dalam kunjungannya tersebut Prof. Erwin didampingi Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinkes Prov. Jatim Malik Afif, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hendik Suprianto, Subkoordinator Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kediri Emy Widyastuti dan Rully Yudha U.
BACA JUGA:
- Warga Jangan Panic Buying! Inflasi Kota Kediri Capai 3,27 Persen pada Mei, Ini Pemicunya
- Jembatan Kaliombo I Tutup Total hingga Desember 2026, Dishub Kota Kediri Siapkan Rekayasa Lalin
- Wali Kota Kediri Jelaskan 3 Raperda, dari Jalanan hingga Cadangan Pangan
- Rumah Kerap Bocor, Nenek 76 Tahun di Kota Kediri Terima Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta
“Alhamdulillah saya bersyukur, dapat berkunjung ke salah satu pondok terbaik yang ada di Kota Kediri, yaitu Ponpes Wali Barokah, terima kasih atas semua inspirasi yang telah diberikan kepada kami,” kata Prof. Erwin.
Menurut Prof. Erwin, sebagai tim yang membantu Gubernur Jatim, untuk memanajemen kesehatan di Jawa Timur, pihaknya merasa banyak memperoleh pembelajaran.
Pembelajaran yang Didapat Kadinkes Jatim
Pembelajaran pertama didapatkan dari isu kolaborasi, di mana kolaborasi antara teman-teman dari Pondok Pesantren, Kementerian Agama, FKUB, Dinas Kesehatan Kota Kediri telah banyak memberikan kontribusi untuk membangun sistem kesehatan yang ada di Kota Kediri. Khususnya bagi para santriwan santriwati, termasuk para pengasuh, pengajar, dan lain-lain yang ada di Kota Kediri.
Kedua, lanjutnya, Dinas Kesehatan juga merasa bersyukur karena bagaimanapun isu-isu kesehatan tidak mungkin diselesaikan oleh Dinas Kesehatan sendiri. Pihaknya tetap membutuhkan implementator dari para pimpinan Pondok Pesantren di mana Dinas Kesehatan punya program penurunan angka kematian Ibu, penurunan angka kematian bayi, stunting. Termasuk mengupayakan generasi muda untuk membangun generasi emas tahun 2045.
"Tidak ada pilihan kecuali sama-sama sharing tentang paradigma baru supaya isu kesehatan menjadi isu terbaik yang bisa diimplementasikan untuk santri dan santriwati. Kami sudah melihat juga terkait dengan implementasi Peraturan Daerah tentang Poskestren di mana poskestren di wilayah Pondok Pesantren Wali Barokah inisiatifnya luar biasa,”imbuh Prof. Erwin.
Di dalam Poskestren Wali Barokah tersebut, lanjut dia lagi, sudah berisikan dengan isu Integrasi Layanan Primer (ILP), sehingga sudah berbasis siklus hidup.
Sehingga mulai bayi, remaja, dewasa maupun lansia sudah bisa diimplementasikan di Pondok Pesantren ini.
Program Dinkes Jatim yang Sudah Diterapkan
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




