"Apa yg kita bisniskan? (di Koperasi Merah Putih) sumberdaya di desa, terutama pertanian, peternakan, perikanan," cetusnya.
Kendati begitu, Samsuri mengaku sempat ada protes dari sebagian kepala desa karena kesalahpahaman informasi yang berkembang.
BACA JUGA:PARFI Jatim Gelar Silaturahmi Dorong Film Berbasis Kearifan Lokal, Imawan: Angkat Sejarah Daerah
"Kemarin ada wacana DD (Dana Desa) digunakan untuk support koperasi Merah Putih. Itu persoalan teman-teman, tidak seperti itu," ungkapnya
Samsuri menegaskan Koperasi Desa ini murni bisnis, business to business.










