Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Malang, Afnani Toyibah, A.Per.Pen, M.Pd
KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - Setelah viral di media sosial TikTok, kasus praktikum mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Malang pada 2023 lalu kembali menuai sorotan publik
Peristiwa ini melibatkan praktik medis yang dilakukan mahasiswa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, yang mengakibatkan salah satu mahasiswa mengalami gangguan kesehatan serius setelah disuntik oleh rekannya.
BACA JUGA:
- Raih 1.139 Prestasi Dalam Setahun, MAN 2 Kota Malang Masuk Program Garuda Transformasi 2026
- Dukung Buku Saku Kemenkes, Lia Istifhama: Kesehatan Mental Anak Butuh Kerja Sama Lintas Sektor
- HUT ke-112, DPRD Kota Malang Tegaskan Penguatan Pengawasan dan Sinergi
- Perumda Tugu Tirta Kota Malang Pastikan Layanan Air Minum Tetap Prima Selama Nyepi dan Idulfitri
Meski demikian, pihak Poltekkes dan keluarga mengaku telah menyelesaikan kasus ini secara damai setelah melalui proses penyidikan, yang berakhir pada September 2024.
Respons Wakil Direktur II Poltekkes Malang
Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Malang, Afnani Toyibah memberi pengakuan mengenai kelanjutan kasus tersebut.
"Kami heran kok tiba-tiba naik lagi, mungkin ada banyak hal yang tak kami tahu, tapi kami tidak menanggapi lebih jauh," kata Afnani di kantornya pada Rabu (12/3/2025)
Ia menjelaskan bahwa kasus ini sebenarnya telah selesai sejak lama dan berakhir dengan kesepakatan damai antara pihak rumah sakit, Poltekkes, keluarga, serta pihak terkait lainnya.
Peristiwa yang terjadi pada praktikum Real Setting di RSUD Kota Malang ini berawal pada 26 April hingga 16 Mei 2023, di mana sepuluh mahasiswa, termasuk Wanda Nabila Kamelia dan Pricilia Nur Yulitasari, mengikuti serangkaian kegiatan praktikum.
Dalam kegiatan praktikum, mahasiswa tersebut berinisiatif untuk melakukan prosedur suntik. Wanda Nabila Kamelia saat itu melakukan proses suntik kepada Pricilia dan tidak terdapat hal yang mengkhawatirkan.
Namun saat giliran Pricilia menyuntik Wanda, situasi mendadak berubah. Wanda mengalami gangguan medis yang membuatnya jatuh pingsan dan kehilangan kesadaran.
Setelah kejadian tersebut, Wanda segera dibawa ke RSUD Kota Malang untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, kondisi korban tidak menunjukkan perbaikan dan Wanda tetap dalam keadaan koma selama dua hari.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




