Di Rakernas FKDK-BPDSI, Pj Gubernur Jatim Dorong BPD Beradaptasi di Era Digitalisasi

Di Rakernas FKDK-BPDSI, Pj Gubernur Jatim Dorong BPD Beradaptasi di Era Digitalisasi Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono dalam Rakernas FKDK-BPDSI

MALANG,BANGSAONLINE.com - Pj Gubernur mengaku optimis terhadap peran penting Bank Pembangunan Daerah () dalam mendukung mewujudkan pembangunan daerahu dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK-SI) yang difasilitasi Jatim di Grand Mercure Hotel Malang, Kamis (16/1/2025).

“Kami optimis, sebagai penggerak ekonomi daerah berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju, inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

“Tentu semua itu harus dengan kerja keras, komitmen dan kolaborasi yang kuat melalui program yang berpihak pada sektor , peningkatan daya saing daerah dan penguatan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Namun menurutnya, untuk menunjang itu semua juga harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks, khususnya di era digitalisasi dan transformasi ekonomi saat ini.

Dimana digitalisasi dan transformasi teknologi, memberikan peluang dalam penguatan tata kelola, inovasi layanan digital, hingga upaya perluasan inklusi keuangan agar tetap kompetitif untuk meningkatkan peran dan kinerja yang berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap transaksi keuangan, memberi peluang yang harus disikapi dengan bijak. Karenanya, adaptasi terhadap teknologi digital menjadi kebutuhan utama bagi ,” ungkapnya.

“Sehingga, tetap mampu kompetitif dan mempertahankan nasabah yang kini lebih memilih transaksi digital melalui smartphone. Satu genggaman mobile banking dengan fitur kekinian menjadi daya tarik dan mempermudah akses dalam transaksi keuangan,” tambah Adhy.

Di samping itu, Adhy pun mengingatkan, hadirnya digitalisasi teknologi di sektor perbankan ini juga menghadirkan tantangan ancaman kejahatan siber (Cyber Crime), yang meliputi pencurian data dan kebocoran data pribadi nasabah, sehingga berdampak pada kerugian financial dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video ' Harga Sembako di Jawa Timur Meningkat Drastis Mulai Desember 2025':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO